Abdul Latif
Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali Mandar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Proses penyelesaian tindak Pelecehan Seksual Dengan korban Anak Priangga Priangga; Thahir Thahir; Abdul Latif
JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2023): JISH ( Jurnal Ilmu Syariah dan hukum )
Publisher : Universitas Islam DDI AG.H. Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jish.v3i1.337

Abstract

Dalam penulis hukum ini, agar tidak terjadi kecurangan dalam pembahasan masalah dan untuk mempermudah penulisan dalam membuat penulisan hukum ini, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan yang di jadikan objek dalam penulisan skripsi ini sebagai berikut (1).Bagaimana proses penyelesaian tindak pidanan pelecehan seksual dengan korban anak di Pengadilan Negeri Polewali Kelas II dalam perkara No.130/Pid.Sus/2018/PN.POL (2).Kendala-kendala apa yang timbul dalam proses penyelesaian tindak pidana pelecehan seksual dengan korban anak di Pengadilan Negeri Polewali Kelas II dalam perkara No.130/Pid.Sus/2018/PN.POL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian tindak pidana pelecehan seksual dengan korban anak di Pengadilan Negeri Polewali Kelas II dan untuk mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam proses penyelesaian tindak pidana pelecehan seksual dengan korban anak di Pengadilan Negeri Polewali Kelas II. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris normatif dengan jenis penelitian deskriptif, Sumber data terdiri dari data primer yaitu hasil wawancara dan data sekunder yaitu data hukum primer,Metode pengumpulan data dilakukan dengan mensinkronisasikan data lapangan dengan peraturan-peraturan hukum yang berlaku kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian tindak pidana pelecehan seksual dengan korban anak di Pengadilan Negeri Polewali Kelas II sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, meskipun ada tips dan trik tertentu yang tidak terdapat didalam peraturan perundang-undang yang digunakan pihak penyidik
Peranan Visum ET Repertum pada tahap penyidikan perkara pidana Penganiayaan di Kepolisian Resor Polewali Mandar Muhammad Ainul Haqqy; Abdul Latif
JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2023): JISH ( Jurnal Ilmu Syariah dan hukum )
Publisher : Universitas Islam DDI AG.H. Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jish.v3i1.345

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ialah peranan Visum Et Repertum pada tahap Penyidikan terhadap kasus pernganiayaan.adapun rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana Peranan Visum Et Repertum Pada Tahap Penyidikan Perkara Pidana Penganiayaan di Kepolisian Resor Polewali Mandar. (2) Apa manfaatnya Visum Et Repertum dalam menanganai kasus penganiayaan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif ialah penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, dimana digunakan untuk meneliti pada suatu kondisi obyek yang alamiah mengenai masalah yang terjadi, (sebagai lawannya ialah kita bisa bereksperimen) untuk peneliti bisa sebagai kunci, teknik pengumpulan dengan trianggulasi analisis data bersifat induk atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif menghasilkan data yang berbentuk kata-kata maupun lisan dari objek yang telah diamati dan lebih menekankan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data untuk penelitian kualitatif dilakukan sejak awal sebelum kita memasuki lapangan. Setelah selesai dilapangan kita bisa merumuskan maupun bisa menjelaskan masalah hasil penelitian yang didapatkan selama dilapangan dan selanjutnya dapat diambil kesimpulan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini ialah: Adanya pengaruh peranan Visum Et Repertum pada tahap Penyidikan Perkara Pidana Penganiayaan di Kepolisian Resor Polewali mandar
Pernikahan sebagai Passambo Siri’ Dalam Budaya Mandar Aco Muhrisal; Abdul Latif; Qadriani Arifuddin; Hasnawati Hasnawati
JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2024): JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum)
Publisher : Universitas Islam DDI AG.H. Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jish.v4i1.355

Abstract

Pandangan Hukum Islam Terhadap Pernikahan Passambo Siri’ Dalam Budaya Mandar (Studi Kasus Di Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar)Penelitian ini bertujuan buat mengenali tata metode penerapan perkawinan Passambo Siri’ di Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, buat mengenali pemikiran tokoh agama terhadap perkawinan Passambo Siri’ di Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, serta buat mengenali pemikiran hukum Islam terhadap perkawinan Passambo Siri’ di Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar. Hasil riset menampilkan kalau:( 1) Tata metode penerapan perkawinan Passambo Siri’ di Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar merupakan:( a) Keluarga dari pria ataupun wanita melapor ke pak Imam buat menikahkan anaknya,( b) Pengecekan ketentuan,( c) Persetujuan dari pihak pria buat jadi Passambo, serta( d) Wajib terdapat persetujuan dari keluarga pihak pria yang hendak jadi Passambo Siri’.( 2) Pemikiran tokoh agama terhadap perkawinan Passambo Siri’ di Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar merupakan kalau perkawinan Passambo Siri’ dicoba sebab warga setempat banyak memikirkan hal- hal yang hendak terjalin oleh sang wanita ataupun memandang pada kemaslahatan daripada kemudaratan yang hendak terjalin.( 3) Pemikiran hukum Islam terhadap perkawinan Passambo Siri’ di Desa Baru, para ahli hukum Islam/ pakar hukum fikih berbeda komentar. Imam Syafi’ i, Hanafi, Maliki serta Imam Hambali membolehkan, asalkan yang menikahinya itu merupakan pria yang menghamilinya.