Fikriansyah
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tanggamus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP KEPEMIMPINAN MELALUI PUBLIC SPEAKING DAN SELF MANEJMEN PADA MAHASISWA SANTRI SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH PRINGSEWU Fikriansyah; Miranda Yustikasari; Sevi Ratna Sari
Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat STIT Tanggamus
Publisher : P3M STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara di depan umum serta minimnya pemahaman teknik dasar public speaking yang sistematis. Di era disrupsi dan Society 5.0, kemampuan komunikasi dan kepemimpinan menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Hasil survei kebutuhan (need assessment) menunjukkan bahwa 33,6%% mahasiswa mengalami kecemasan saat presentasi, 31,3%% memiliki tingkat kepercayaan diri rendah, dan 35,1% belum memahami teknik dasar public speaking secara terstruktur. Kondisi ini menuntut adanya intervensi pelatihan yang terarah dan berbasis praktik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan public speaking, serta membangun jiwa kepemimpinan mahasiswa melalui pelatihan yang sistematis dan aplikatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik yang terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan (survei kebutuhan dan penyusunan modul), tahap pelaksanaan (empat sesi pelatihan meliputi pengenalan kepemimpinan, teknik public speaking, praktik dan simulasi, serta leadership challenge), dan tahap evaluasi (pre-test, post-test, serta observasi performa). Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji Paired Sample t-Test untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata peserta dari 44,27 (kategori sedang) menjadi 63,13 (kategori tinggi) dengan nilai signifikansi p < 0,05. Selain itu, hasil observasi performa menunjukkan peningkatan dalam aspek kepercayaan diri, teknik komunikasi, dan kepemimpinan komunikatif. Dengan demikian, program pelatihan public speaking berbasis praktik terbukti efektif dalam membangun jiwa kepemimpinan mahasiswa dan dapat direkomendasikan sebagai model pembinaan soft skills di lingkungan perguruan tinggi.
ECOPEDAGOGY DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM: REKONSTRUKSI PARADIGMA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN Fikriansyah; Trias Andika MS
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologis global yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan telah mendorong perlunya rekonstruksi paradigma pendidikan yang lebih berorientasi pada keberlanjutan. Dalam konteks ini, ecopedagogy hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan kesadaran kritis terhadap relasi manusia dan lingkungan serta mendorong transformasi perilaku menuju kehidupan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ecopedagogy dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta merumuskan rekonstruksi paradigma pendidikan berkelanjutan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode philosophical inquiry. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, Hadis, literatur filsafat pendidikan Islam, serta berbagai karya ilmiah yang membahas ecopedagogy dan pendidikan berkelanjutan. Data dianalisis melalui teknik content analysis yang dipadukan dengan analisis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar ecopedagogy memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam, terutama konsep tauhid, khalifah, amanah, mizan, dan larangan melakukan kerusakan (fasad) di muka bumi. Penelitian ini menghasilkan rekonstruksi paradigma pendidikan berkelanjutan yang mengintegrasikan kesadaran tauhidik, tanggung jawab kekhalifahan, dan tindakan ekologis ke dalam proses pendidikan. Konsep tersebut dirumuskan dalam model Islamic Ecopedagogy, yaitu paradigma pendidikan yang bertujuan membentuk insan kamil ekologis yang memiliki kesalehan spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan krisis ekologis global melalui pengembangan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.