Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara di depan umum serta minimnya pemahaman teknik dasar public speaking yang sistematis. Di era disrupsi dan Society 5.0, kemampuan komunikasi dan kepemimpinan menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Hasil survei kebutuhan (need assessment) menunjukkan bahwa 33,6%% mahasiswa mengalami kecemasan saat presentasi, 31,3%% memiliki tingkat kepercayaan diri rendah, dan 35,1% belum memahami teknik dasar public speaking secara terstruktur. Kondisi ini menuntut adanya intervensi pelatihan yang terarah dan berbasis praktik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan public speaking, serta membangun jiwa kepemimpinan mahasiswa melalui pelatihan yang sistematis dan aplikatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik yang terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan (survei kebutuhan dan penyusunan modul), tahap pelaksanaan (empat sesi pelatihan meliputi pengenalan kepemimpinan, teknik public speaking, praktik dan simulasi, serta leadership challenge), dan tahap evaluasi (pre-test, post-test, serta observasi performa). Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji Paired Sample t-Test untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata peserta dari 44,27 (kategori sedang) menjadi 63,13 (kategori tinggi) dengan nilai signifikansi p < 0,05. Selain itu, hasil observasi performa menunjukkan peningkatan dalam aspek kepercayaan diri, teknik komunikasi, dan kepemimpinan komunikatif. Dengan demikian, program pelatihan public speaking berbasis praktik terbukti efektif dalam membangun jiwa kepemimpinan mahasiswa dan dapat direkomendasikan sebagai model pembinaan soft skills di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026