Abdul Latif
Institut Binamadani Indonesia, Tangerang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS AI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KOGNITIF DAN AFEKTIF SISWA Moh. Miftachul Choiri; Abdul Latif; Asep Bambang Susanto
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 1 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i1.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap peningkatan keterampilan kognitif dan afektif siswa di MI Al-Irsyad Kota Tangerang. Dalam penelitian ini, digunakan desain eksperimen dengan dua kelompok siswa: kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis AI dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penilaian dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan dalam keterampilan kognitif dan afektif siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis AI memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan siswa, baik dalam aspek kognitif (kemampuan memahami, menganalisis, dan menerapkan konsep) maupun aspek afektif (motivasi belajar dan keterlibatan emosional). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 16,9 poin pada posttest, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 6,4 poin. Hasil uji statistik menggunakan uji-t independen menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok (t = 8,765, p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis AI lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan kognitif dan afektif siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini juga menyoroti potensi pembelajaran berbasis AI dalam meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti kesiapan guru dalam mengadaptasi teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan perlunya pengembangan kurikulum yang mendukung integrasi AI dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan pembelajaran berbasis AI di sekolah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan guru, agar dapat berjalan efektif dan mencapai hasil yang maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
STIMULUS SPIRITUAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN CYBERBULLYING DI SEKOLAH Abdul Latif; Novrizal Novrizal
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 8 No. 2 (2025): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v8i2.805

Abstract

Fenomena cyberbullying di kalangan pelajar telah menjadi tantangan kompleks dalam dunia pendidikan modern. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya terbatas pada penderitaan psikologis korban, tetapi juga mencerminkan krisis nilai, empati, dan moralitas pada pelaku. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas stimulus spiritual sebagai pendekatan pembinaan karakter dalam mereduksi perilaku cyberbullying di kalangan siswa. Melalui metode library research, kajian ini menghimpun dan merefleksikan berbagai temuan ilmiah terkait cyberbullying, pendidikan karakter, dan pembinaan spiritual yang berakar pada nilai-nilai religius. Hasil analisis menunjukkan bahwa stimulus spiritual, yang diwujudkan melalui pendidikan agama, keteladanan, bimbingan moral, dan penguatan nilai transendental, memiliki dampak signifikan dalam membentuk kesadaran etis, meningkatkan empati, serta menginternalisasi nilai-nilai luhur yang mampu menghambat kecenderungan agresif dan perilaku menyimpang. Selain itu, pendekatan spiritual terbukti lebih menyentuh aspek afektif dan psikologis siswa dibanding pendekatan hukuman semata. Kajian ini merekomendasikan integrasi stimulus spiritual secara sistematis dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan sistem pembinaan siswa sebagai bagian dari strategi preventif dan rehabilitatif terhadap perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan pendidikan berbasis nilai.
RELEVANSI LITERASI DIGITAL DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM Muh Anshori; Abdul Latif
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/n2d1w562

Abstract

Penelitian ini mengupas tentang keterkaitan literasi digital dengan penguatan pendidikan karakter Islam. Tantangan yang muncul dari kemajuan media digital memerlukan kemampuan literasi digital yang baik agar sejalan dengan tujuan pendidikan karakter Islam yang ingin mewujudkan peserta didik yang berbudi pekerti, berakhlak, dan memiliki sikap yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data diperoleh dari sumber-sumber literatur, seperti buku, jurnal, web, dan lainnya. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa penggunaan media digital memiliki relevansi yang kuat terhadap pendidikan karakter anak atau peserta didik. Lembaga-lembaga pendidikan harus berperan untuk membentuk karakter dengan mengarahkan dan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai etika penggunaan media digital. Guru harus melakukan pengawasan dan mengarahkan peserta didik dalam menggunakan media digital, serta mendorong untuk mencari bahan pelajaran melalui media digital. Bahkan guru dapat memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran untuk mendukung penguatan pendidikan karakter pada era digital ini melalui konten-konten dalam aplikasi media sosial. Begitu pula, orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak dengan harus lebih memperhatikan anak-anak mereka dalam menggunakan media digital. Dengan demikian, penggunaan media sosial oleh pihak-pihak yang terkait dalam dunia pendidikan dan yang memiliki kompetensi serta kemampuan literasi digital akan memberikan dampak positif terhadap penanaman karakter anak atau peserta didik.