Mohamad Zaenal Arifin
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRENGTHENING STUDENTS' SELF-REGULATORY CAPABILITY IN THE PROCESS OF MEMORIZING THE QURAN IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS Suliyono Suliyono; Imron Rosyadi; Mohamad Zaenal Arifin
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 2 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i2.855

Abstract

This study aims to explain the dynamics of self-regulation possessed by students who memorize the Qur'an at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang. The research approach used is qualitative with a case study model implemented at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang. The primary sources of this study were seven students who memorize the Qur'an at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang, and involved the asatidz. Data collection techniques used interviews and observations. Checking the validity of the data used data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that: 1) Self-regulation in memorizing the Qur'an is carried out with a strategic planning strategy. Motivation is a key part of success in memorizing. Moral and ethical aspects as well as the ability to select and utilize the environment are crucial in the process of self-regulation of students who memorize the Qur'an at the An-Nuqthah Islamic Boarding School, Tangerang. 2) The self-regulation factors applied by the An-Nuqthah students greatly influence their emotional well-being. Behavioral aspects, including self-observation, have implications for morals, ethics, and social assessment, as well as the assessment of social skills. Furthermore, the environment also plays a significant role, with support provided by those closest to the students in their daily lives. This suggests that self-regulation and the emotional well-being of students memorizing the Quran are crucial to the process of memorizing the Quran
STIMULUS KOMUNIKASI SPIRITUAL TERAPEUTIK BERBASIS ALQUR'AN TERHADAP PELAKU DAN KORBAN CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL Mohamad Zaenal Arifin; Fatimah Fatimah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 8 No 2 (2025): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v8i2.825

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemberian stimulus pesan-pesan spiritual berbasis Alqur’an terhadap pelaku dan korban cyberbullying di media sosial. Tujuannya agar terbangun kesadaran tentang buruknya perilaku cyberbullying dan interaksi dan komunikasi di media sosial dapat dilakukan secara beradab dan berkualitas. Peneliti mengumpulkan data primer penelitian dari berita media sosial, artikel, jurnal ilmiah, buku, dan literatur lainnya. Reduksi data dilakukan melalui proses merangkum, memilih, dan memfokuskan data yang penting dan relevan dengan pembahasan untuk mendapatkan konsepsi tentang perilaku cyberbullying, dampak negatif cyberbullying, dan stimulus komunikasi spiritual terapeutik terhadap pelaku dan korban cyberbullying. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku cyberbullying dilakukan dengan banyak cara dan memberi dampak negatif terhadap dua belah pihak; korban dan pelaku. Pihak korban mengalami risiko gangguan psikis, mental dan emosi, seperti stres, depresi, cemas, trauma, malu, marah, tidak semangat hidup, dan merasa dikucilkan. Adapun pelaku cyberbullying akan terjerat masalah hukum, mentalnya terganggu, serta penurunan kualitas moral dan nilai kemanusiaan. Kesimpulan penelitian, perilaku cyberbullying di media sosial dapat diminimalisir dengan cara memberikan stimulus pesan-pesan spiritual berbasis Alqur’an kepada pelaku, berupa sikap lemah lembut terhadap lawan bicara, menjaga nilai-nilai moralitas dan spiritualitas dalam pergaulan sosial, dan berpegang pada prinsip hidup, taubat, dan pikiran positif. Terhadap korban, perlu distimulus untuk memiliki pikiran positif, sabar, dan mengambil hikmah suatu kejadian.
BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Nessa Izzati Aulia; Mohamad Zaenal Arifin; Dede Ibrahim
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 9 No 1 (2026): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the forms of patriarchal culture that are explicitly contained in the novel Perempuan di Titik Nol by Nawal El Sadaawi. Most patriarchal systems generally place men in high-ranking roles and possess dominant authority within the social order. This has a significant impact on the marginalization of women's status and contributions. This research is qualitative with a descriptive analytical approach. Primary data was obtained from Nawal El-Saadawi's novel "Woman at Point Zero," while secondary data were sourced from books, journal articles, theses, and other relevant documents. The obtained data were then analyzed using content analysis techniques. This study found that the patriarchal culture alluded to in the novel frequently occurs in both domestic and public spheres. Domestic patriarchy is based on the belief that housework is a woman's natural duty. This is reflected in the experiences of the central character, Firdaus, who experiences violence, sexual exploitation, and repeated betrayal from men throughout her life. Public patriarchy is evident in social structures, from the community, workplace, and even the state level. This study concludes that the educational values ​​in Nawal El-Saadawi's novel Perempuan Di Titik Nol (Woman at Point Zero) are not always presented in the form of direct teachings, but rather through the drawing of wisdom and learning from the experiences of Firdaus, the central character. Islamic education emphasizes the importance of building monotheism so that humans are not enslaved by lust, power, and material possessions. Islamic education also emphasizes the importance of respecting and recognizing the potential and contributions of each gender fairly and equally.
DINAMIKA PERGULATAN TEKS DAN REALITAS: TELAAH HERMENEUTIKA NUR ROFIAH ATAS TAFSIR AYAT-AYAT GENDER Sitti Nur Sapiah Husnah; Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.877

Abstract

Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya Nur Rofiah, sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender.