Zainal Arifin
Universitas Negeri Yogayakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Dan Sikap Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Siswa Praktik Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) Kelas X SMK Negeri 1 Ngawen: Inggris, Indonesia Muhammad Rivai; Zainal Arifin
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 2 No. 3 (2025): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v2i3.2707

Abstract

Abstract The purpose of this study was to 1) Determine the knowledge of K3 about workplace hazards of class X students at SMK Negeri 1 Ngawen. 2) Determine the attitude of class X students in implementing Occupational Health and Safety at SMK Negeri 1 Ngawen. 3) Determine the implementation of Occupational Safety and Health (K3) for class X students at SMK Negeri 1 Ngawen. This study used a quantitative approach with a descriptive method, and data collection techniques using test methods, questionnaires and observations. The subjects of this study were 68 class X students of SMK N 1 Ngawen. The variables in this study were Knowledge, Attitude, and Implementation. Data analysis was carried out using descriptive analysis techniques with percentages. The results of this study were concluded as follows: 1) The level of K3 knowledge possessed by students showed that: 86.2% of students were included in the outstanding category, 10.8% of students were included in the good category, and 3% of students were included in the sufficient category. 2) Students' attitudes towards K3 showed that: 89.2% of students were included in the moderate category and 10.8 students were included in the poor category. 3) From the aspect of implementing K3, automotive workshops are in the outstanding category with a percentage of 90% with the implementation of 18 out of 20 items.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tiga aspek terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Ngawen, yaitu: 1) pengetahuan tentang bahaya di tempat kerja, 2) sikap terhadap implementasi K3, dan 3) praktik implementasi K3 itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 68 siswa sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga instrumen: tes untuk mengukur pengetahuan, angket untuk menilai sikap, dan observasi untuk mengevaluasi implementasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dengan teknik persentase untuk mendeskripsikan setiap variabel. Temuan penelitian ini mengungkapkan gambaran yang menarik. Dari aspek pengetahuan, mayoritas siswa (86,2%) memiliki pemahaman yang sangat baik tentang K3, diikuti oleh 10,8% dengan kategori baik dan 3% cukup. Namun, hasil mengenai sikap menunjukkan profil yang berbeda. Sebagian besar siswa (89,2%) memiliki sikap yang hanya berada pada kategori sedang, sementara 10,8% dikategorikan buruk. Di sisi lain, implementasi K3 di bengkel otomotif justru menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan 90% item terlaksana (18 dari 20), sehingga masuk dalam kategori sangat baik. Simpulan dari rangkaian data ini menunjukkan adanya diskoneksi antara tingkat pengetahuan yang tinggi dan sikap yang masih biasa-biasa saja. Meskipun demikian, pengetahuan dan prosedur yang baik tampaknya mampu mendorong praktik implementasi yang sangat baik di bengkel. Implikasinya, sekolah perlu mengembangkan strategi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi lebih khusus lagi difokuskan untuk membentuk sikap dan kesadaran internal siswa terhadap pentingnya K3, agar keselamatan menjadi nilai yang dipegang teguh, bukan hanya sebatas aturan yang diikuti.  
Analisis Perbandingan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo terhadap Performa Mesin dan Emisi Gas Buang Honda Karisma Seri KPH: Indonesia, Inggris Rizqy Baharudin; Zainal Arifin
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 3 No. 2 (2026): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v3i2.3177

Abstract

Abstract This study compares Pertalite, Pertamax, and Pertamax Turbo on engine performance, fuel consumption, and exhaust emissions of a 2005 Honda Karisma equipped with a KPH-series engine. An experimental method was used at the Automotive Main Workshop, Universitas Negeri Yogyakarta. The motorcycle remained in standard condition and was tuned before testing. Each fuel was tested three times under the same procedure. Engine torque and power were measured using a Dynojet 250i chassis dynamometer, fuel consumption was determined volumetrically over a 100m dynamometer test, and exhaust emissions were measured at idle using a gas analyzer. The results showed only small differences among the fuels. Pertamax Turbo produced the highest average torque,8.01N·m, and the highest average power,5.91hp. Pertalite produced the lowest average fuel consumption, corresponding to 40.00km/L, compared with 37.97km/L for Pertamax and 36.14km/L for Pertamax Turbo. The measured CO concentrations were 6.68%,7.10%, and 6.57%, while HC concentrations were 2,919,3,079, and 2,814 ppm for Pertalite, Pertamax, and Pertamax Turbo, respectively. These findings indicate that, on the standard KPH engine used in this study, increasing fuel octane rating did not produce a large improvement in power or torque, whereas Pertalite provided the best measured fuel economy and Pertamax Turbo produced the lowest CO and HC values among the three tested fuels. Abstrak Penelitian ini membandingkan penggunaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar, serta emisi gas buang Honda Karisma tahun 2005 dengan seri mesin KPH. Penelitian menggunakan metode eksperimen di Bengkel Induk Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta. Sepeda motor dipertahankan dalam kondisi standar dan dilakukan tune-up sebelum pengujian. Setiap jenis bahan bakar diuji sebanyak tiga kali dengan prosedur yang sama. Torsi dan daya diukur menggunakan chassis dynamometer Dynojet 250i, konsumsi bahan bakar diukur secara volumetrik pada pengujian sejauh 100 m di atas dynamometer, sedangkan emisi gas buang diukur pada kondisi idle menggunakan gas analyzer. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang relatif kecil antarjenis bahan bakar. Pertamax Turbo menghasilkan torsi rata-rata tertinggi sebesar 8,01 N·m dan daya rata-rata tertinggi sebesar 5,91 HP. Pertalite menghasilkan konsumsi bahan bakar paling hemat, yaitu 40,00 km/L, dibandingkan Pertamax 37,97 km/L dan Pertamax Turbo 36,14 km/L. Kadar CO yang terukur berturut-turut sebesar 6,68%, 7,10%, dan 6,57%, sedangkan kadar HC sebesar 2.919, 3.079, dan 2.814 ppm untuk Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Temuan ini menunjukkan bahwa pada mesin KPH standar dalam penelitian ini, peningkatan nilai oktan tidak menghasilkan peningkatan besar pada daya dan torsi; Pertalite memberikan efisiensi bahan bakar terbaik, sedangkan Pertamax Turbo menghasilkan kadar CO dan HC terendah di antara ketiga bahan bakar yang diuji.