Rivangga Nur Ardiansyah
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN FINTECH SYARIAH DALAM MENDUKUNG AKSES PEMBIAYAAN UMKM DI INDONESIA Rivangga Nur Ardiansyah; Achmad Budi Susetyo
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.814

Abstract

ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, UMKM masih menghadapi kendala signifikan dalam hal akses pembiayaan formal dari lembaga keuangan konvensional, terutama karena keterbatasan agunan, riwayat kredit, dan proses birokrasi yang kompleks. Dalam konteks ini, financial technology (fintech) syariah hadir sebagai alternatif solusi pembiayaan yang inklusif dan sesuai prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fintech syariah dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa fintech syariah mampu menjembatani kesenjangan pembiayaan melalui skema pembiayaan yang lebih fleksibel, transparan, serta tanpa riba dan gharar. Selain itu, kemudahan akses digital dan penggunaan teknologi memungkinkan UMKM yang tidak terjangkau oleh lembaga keuangan konvensional untuk memperoleh pendanaan. Dengan demikian, fintech syariah berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, literasi keuangan syariah, serta kolaborasi antara pelaku fintech dan pemerintah untuk mendukung peran strategis fintech syariah secara berkelanjutan. ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia's economy, both in terms of employment absorption and contribution to Gross Domestic Product (GDP). However, MSMEs still face significant obstacles in accessing formal financing from conventional financial institutions, mainly due to limitations in collateral, credit history, and complex bureaucratic processes. In this context, Islamic financial technology (sharia fintech) emerges as an alternative financing solution that is inclusive and compliant with Islamic principles. This study aims to analyze the role of sharia fintech in expanding financing access for MSMEs in Indonesia. Using a descriptive-qualitative approach and literature review, this study finds that sharia fintech is capable of bridging the financing gap through more flexible, transparent schemes that avoid riba (interest) and gharar (uncertainty). Moreover, the ease of digital access and the use of technology enable MSMEs that are underserved by conventional financial institutions to obtain funding. Thus, sharia fintech has significant potential to support MSME growth while strengthening the Islamic economic ecosystem in Indonesia. This study recommends strengthening regulation, improving Islamic financial literacy, and encouraging collaboration between fintech actors and the government to sustainably support the strategic role of sharia fintech.
Perbandingan Model Transaksi Pra dan Pasca E-Commerce terhadap Peningkatan Perekonomian Indonesia Rivangga Nur Ardiansyah; Moh. Zubair Sufarhan Yusuf; Mashudi Mashudi; Lailatul Maghfiroh
Waralaba : Journal Of Economics and Business Vol. 3, No. 1 : Waralaba (Januari - Juni 2026)
Publisher : PT. Global Pustaka Imiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/waralaba.v3i1.257

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam model transaksi ekonomi di Indonesia. Sebelum munculnya e-commerce, kegiatan jual beli masih didominasi oleh transaksi konvensional yang bergantung pada interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Namun, pasca hadirnya e-commerce, pola transaksi mengalami transformasi besar melalui digitalisasi proses jual beli yang lebih cepat, efisien, dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model transaksi pra dan pasca e-commerce serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan perekonomian Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-komparatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan data sekunder dari laporan ekonomi digital nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi pasca e-commerce memiliki efisiensi, aksesibilitas, dan volume transaksi yang lebih tinggi dibandingkan kondisi pra e-commerce, sehingga berdampak signifikan pada peningkatan kemudahan layanan dan pola belanja konsumen.