Sri Artati Waluyati
Program Studi PPKn, FKIP, Universitas Sriwijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

URGENSI ASESMEN BERBASIS HOTS BAGI MAHASISWA PPG SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR MANDIRI Sri Artati Waluyati; Ikbal Barlian; Mariyani; Nurillia; Restian Achmad
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi asesmen berbasis HOTS bagi mahasiswa PPG sebagai suplemen belajar mandiri. Adapun metode penelitian ini ialah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakanangket tertutup untuk mahasiswa dan angket terbuka untuk dosen pengampuh. Teknik sampling jenuh yang digunakan sehingga semua mahasiswa diambil yaitu sebanyak 22 mahasiswa. Analisis data deskriptif dengan menggunanakan hasil persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa dosen sudah mengupayakan pembelajaran dengan menyajikan aktivitas berpikir tingkat tinggi, akan tetapi masih belum membuat secara mandiri suplemen belajar seperti soal HOTS yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah. Karena itulah untuk menunjang keberhasilan mata kuliah maka dosen harus pula membuat asesmen berbasis HOTS sebagai suplemen belajar mandiri bagi mahasiswa PPG agar kemampuan berpikir HOTS mereka dapat lebih terlatih. This research aims to determine the urgency of HOTS-based assessment for PPG students as a supplement to independent learning. This research method is quantitative with data collection using closed questionnaires for students and open questionnaires for lecturers. Saturated sampling technique was used so that all students were taken, namely 22 students. Descriptive data analysis using percentage results. The research results show that lecturers have made efforts to learn by presenting high-level thinking activities, but have not yet independently created learning supplements such as HOTS questions that are tailored to course needs. For this reason, to support the success of the course, lecturers must also create HOTS-based assessments as an independent learning supplement for PPG students so that their HOTS thinking skills can be better trained.
PODCAST SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ERA DIGITAL DI PERGURUAN TINGGI Husnul Fatihah; Sri Artati Waluyati; Mariyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk podcast untuk memperkuat pemahaman konsep. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PPKn semester tiga yang mengambil Mata Kuliah Hukum Perburuhan pada semester Ganjil 2022-2023. Metode penelitian menggunakan metode pengembangan (Reaserch and Development) yang mengacu pada R & D dengan langkah-langkah; 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan produk dan 3) uji produk. Tahap pertama dilakukan analisis kebutuhan yang menyatakan bahwa mahasiswa menyukai pembelajaran menggunakan video apalagi berbentuk podcast. Sehingga untuk memaksimalkan pembelajaran hukum perburuhan maka diperlukan pengembangan media pembelajaran berbentuk podcast. Podcast dikembangkan untuk mengajak mahasiswa berfikir analitik dan evaluatik. Hasil penelitian dinyatakan bahwa produk podcast yang dihasilkan valid dan praktis untuk dipakai dalam pembelajaran Mata Kuliah Hukum Perburuhan. This study aims to develop learning media in the form of podcasts to strengthen conceptual understanding. The research subjects were third semester PPKn students who took the Labor Law course in the odd semester of 2022-2023. The research method uses the research and development method which refers to R & D with steps; 1) preliminary study, 2) product development and 3) product test. The first stage was a needs analysis which stated that students liked learning using videos, especially in the form of podcasts. So to maximize the learning of labor law, it is necessary to develop learning media in the form of podcasts. The podcast was developed to invite students to think analytically and evaluatively. The results of the study stated that the resulting podcast product was valid and practical to use in learning Labor Law courses.
PERUBAHAN SOSIAL MAHASISWA SETELAH MELAKUKAN URBANISASI KE KOTA PALEMBANG Ratih Ayu Sasbilah; Della Valentin; Abizar Agusti; Sri Artati Waluyati; Camellia
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses transisi yang dialami mahasiswa dari perdesaan di Sumatera Selatan pindah ke kota Palembang. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara menyebarkan angket, setelah semua data yang diperlukan telah terkumpul lalu di analisa menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan selama penelitian dapat disimpulkan ketika mahasiswa berasal dari desa yang pindah ke kota banyak mengalami perubahan sikap dan perilaku, hal ini dapat terjadi karena dominan mahasiswa merasa adanya perbedaan kondisi kehidupan di desa dan di kota Palembang.   This research aims to find out how the transition process experienced by students from rural areas in South Sumatra moves to the city of Palembang. The data collection technique used is by distributing questionnaires, after all the necessary data has been collected it is then analyzed using quantitative descriptive methods. Based on the data that has been collected during the research, it can be concluded that when students from villages who move to cities experience many changes in attitudes and behavior, this can happen because the majority of students feel that there are differences in living conditions in the village and in the city of Palembang.