Mariyani
Program Studi PPKn, FKIP, Universitas Sriwijaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

URGENSI ASESMEN BERBASIS HOTS BAGI MAHASISWA PPG SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR MANDIRI Sri Artati Waluyati; Ikbal Barlian; Mariyani; Nurillia; Restian Achmad
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi asesmen berbasis HOTS bagi mahasiswa PPG sebagai suplemen belajar mandiri. Adapun metode penelitian ini ialah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakanangket tertutup untuk mahasiswa dan angket terbuka untuk dosen pengampuh. Teknik sampling jenuh yang digunakan sehingga semua mahasiswa diambil yaitu sebanyak 22 mahasiswa. Analisis data deskriptif dengan menggunanakan hasil persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa dosen sudah mengupayakan pembelajaran dengan menyajikan aktivitas berpikir tingkat tinggi, akan tetapi masih belum membuat secara mandiri suplemen belajar seperti soal HOTS yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah. Karena itulah untuk menunjang keberhasilan mata kuliah maka dosen harus pula membuat asesmen berbasis HOTS sebagai suplemen belajar mandiri bagi mahasiswa PPG agar kemampuan berpikir HOTS mereka dapat lebih terlatih. This research aims to determine the urgency of HOTS-based assessment for PPG students as a supplement to independent learning. This research method is quantitative with data collection using closed questionnaires for students and open questionnaires for lecturers. Saturated sampling technique was used so that all students were taken, namely 22 students. Descriptive data analysis using percentage results. The research results show that lecturers have made efforts to learn by presenting high-level thinking activities, but have not yet independently created learning supplements such as HOTS questions that are tailored to course needs. For this reason, to support the success of the course, lecturers must also create HOTS-based assessments as an independent learning supplement for PPG students so that their HOTS thinking skills can be better trained.
PROFIL LITERASI DIGITAL MAHASISWA DI ERA DIGITALISASI Mariyani; Triyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital di era saat ini tidak sekedar memahami baca tulis angka, lebih dari itu literasi digital ialah kemampuan mencari, mengolah dan memutuskan semua informasi yang diperoleh dari internet secara bijak dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan literasi digital mahasiswa prodi PPKn FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan survei. Responden penelitian ialah 315 mahasiswa FKIP PPKn yang sedang mengambil mata kuliah tugas akhir/Skripsi. Hasil di peroleh bahwa literasi digital dalam aspek keterampilan fungsional, komunikasi efektif, kreativitas, berpikir kritis, pemahaman konteks sosial budaya, kemampuan menemukan dan memilih informasi, Keamanan elektronik dan kolaborasi dikategorikan sedang karena berada di antara interval 2,6-3,4. Oleh karena itu perlu adanya upaya sinergi bersama antara perguruan tinggi dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital. Beberapa upaya tersebut meliputi 1) pemahaman literasi digital; 2) pemerataan jaringan internet; 3) pihak kampus melaksanakan kegiatan berbasis literasi; 4) penguatan budaya menulis; dan 5) memfasilitasi beberapa mata kuliah yang berkaitan erat dengan literasi digital. 6) meningkatkan keterampilan yang mendukung Digital literacy in the current era is not just understanding reading and writing numbers, more than that digital literacy is the ability to search, process and decide all information obtained from the internet wisely and productively. This study aims to see the digital literacy skills of Civics study program students at FKIP Sriwijaya University. The research method used a questionnaire with a survey. The research respondents were 315 Civics students who were taking final project / thesis courses. The results showed that digital literacy in the aspects of functional skills, effective communication, creativity, critical thinking, understanding the socio-cultural context, the ability to find and select information, electronic security and collaboration were categorized as moderate because they were between the intervals of 2.6-3.4. Therefore, there needs to be a joint synergy effort between universities and students in improving digital literacy. Some of these efforts include 1) understanding digital literacy; 2) equal distribution of internet networks; 3) the campus carries out literacy-based activities; 4) strengthening the culture of writing; and 5) facilitating several courses that are closely related to digital literacy. 6) Improve supporting skills.
PODCAST SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ERA DIGITAL DI PERGURUAN TINGGI Husnul Fatihah; Sri Artati Waluyati; Mariyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk podcast untuk memperkuat pemahaman konsep. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PPKn semester tiga yang mengambil Mata Kuliah Hukum Perburuhan pada semester Ganjil 2022-2023. Metode penelitian menggunakan metode pengembangan (Reaserch and Development) yang mengacu pada R & D dengan langkah-langkah; 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan produk dan 3) uji produk. Tahap pertama dilakukan analisis kebutuhan yang menyatakan bahwa mahasiswa menyukai pembelajaran menggunakan video apalagi berbentuk podcast. Sehingga untuk memaksimalkan pembelajaran hukum perburuhan maka diperlukan pengembangan media pembelajaran berbentuk podcast. Podcast dikembangkan untuk mengajak mahasiswa berfikir analitik dan evaluatik. Hasil penelitian dinyatakan bahwa produk podcast yang dihasilkan valid dan praktis untuk dipakai dalam pembelajaran Mata Kuliah Hukum Perburuhan. This study aims to develop learning media in the form of podcasts to strengthen conceptual understanding. The research subjects were third semester PPKn students who took the Labor Law course in the odd semester of 2022-2023. The research method uses the research and development method which refers to R & D with steps; 1) preliminary study, 2) product development and 3) product test. The first stage was a needs analysis which stated that students liked learning using videos, especially in the form of podcasts. So to maximize the learning of labor law, it is necessary to develop learning media in the form of podcasts. The podcast was developed to invite students to think analytically and evaluatively. The results of the study stated that the resulting podcast product was valid and practical to use in learning Labor Law courses.
THE EFFECT OF HOTS-BASED E-LKPD ON STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN PANCASILA EDUCATION LEARNING Nur Khofifah; Mariyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.119

Abstract

Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan bahwa dalam bidang baca sains dan matematika Indonesia berada pada pisisi rendah. Hasil PISA tersebut menjadi patokan bagi Indonesia untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang ada. Untuk itu, Peserta didik pada pendidikan abad 21 sudah dituntut akan keterampilan kognitif. Salah satu keterampilan yang harus peserta didik kuasai yakni critical thinking. Terkhusus dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sangat diharuskan karena Pendidikan Pancasila menjadi mata pelajaran yang sangat riil serta konseptual, dimana pembiasaan berpikir tingkat tinggi ini mampu membuat peserta didik menyelesaikan masalah serta menemukan solusinya. Dan salah satu alternatif yang bisa diambil adalah dengan merancang bahan ajar, khususnya Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan E-LKPD Berbasis HOTS terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasil. Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan metode quasi eksperimen design kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis HOTS pada kelas eksperimen semakin meningkat ditinjau dari rata-rata nilai pre-test dan post-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis HOTS memiliki pengaruh dalam peningkatan hasil belajar peserta didik.   Based on the results of the Program for International Student Assessment (PISA) 2018 show that in the field of reading science and mathematics Indonesia is in a low position. The PISA results are a benchmark for Indonesia to improve the quality of existing education. For this reason, learners in 21st-century education are already required to have cognitive skills. One of the skills that learners must master is critical thinking. Especially in learning Pancasila Education, it is very necessary because Pancasila Education is a very real and conceptual subject, where this high-level thinking habit is able to make students solve problems and find solutions. And one of the alternatives that can be taken is to design teaching materials, especially the Learner Worksheet (LKPD), which focuses on developing higher order thinking skills (HOTS). The purpose of this study was to determine the effect of using HOTS-based E-LKPD on student learning outcomes in Pancasila Education learning. This research is a quantitative research with quantitative quasi experimental design method. The results showed that the use of HOTS-based E-LKPD in the experimental class increased in terms of the average pre-test and post-test scores. So it can be concluded that the use of HOTS-based E-LKPD influences improving the learning process.