Siti Tiara Maulia
Program Studi PPKn, FKIP, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Siti Tiara Maulia; Irzal Anderson; Mita Purnama Sari
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan yang seharusnya menjadi ruang nyaman untuk mengikat manusia, malah menjadi neraka itu sendiri. Kekerasan dalam rumah tangga memiliki dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi korban dan masyarakat. Sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga biasanya perempuan dan anak-anak. Tingkat kekerasan dalam rumah tangga terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif dengan observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Peneliti berusaha semaksimal mungkin untuk memahami faktor apa saja yang berkontribusi besar terhadap terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga pada korban di Desa Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru Kota Jambi. Sudah menjadi tugas kita bersama sebagai berbagai pihak untuk segera menangani kasus KDRT yang terjadi, sehingga kita dapat menekan angka KDRT yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga, kami berharap dapat menemukan jalan keluar bagi para korban agar kekerasan tersebut tidak terjadi lagi pada siapapun dalam rumah tangga tersebut. Marriage, which should be a comfortable space to bind people, has become hell itself. Domestic violence has a negative impact, both directly and indirectly, on victims and society. Most victims of domestic violence are usually women and children. The level of domestic violence continues to increase every year. This study used a qualitative method with a descriptive design by observing, direct interviews and documentation. The researchers tried their best to understand what factors contributed greatly to causing acts of domestic violence to victims in Simpang III Sipin Village, Kota Baru District, Jambi City. There is an increasing increase in domestic violence. It is our joint duty as various parties to immediately deal with cases of domestic violence that occur, so that we can reduce the number of domestic violence which continues to increase. The purpose of this research is to find out the factors that cause domestic violence, we hope to be able to find a way out for victims so that this violence does not happen again to anyone in the household.
CYBER BULLYING; TANTANGAN BARU BAGI PENDIDIKAN DI INDONESIA Siti Tiara Maulia; Irzal Anderson; Yulianti
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.148

Abstract

Banyaknya kasus bullying yang terjadi di Indonesia khususnya di dunia pendidikan menjadi alasan utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Intimidasi yang lebih dikenal dengan nama bully bukan menjadi fenomena baru dalam kehidupan sekarang. Indonesia menduduki posisi kelima sebagai negara yang paling banyak kasus bullying dari 78 negara. Fenomena ini menjadi suatu hal yang kian hari menjadi kian meresahkan dikarenakan peningkatan yang terus terjadi dari waktu ke waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bully sudah memasuki dunia digital atau yang dikenal dengan cyber bullying, termasuk juga akibat yang ditimbulkannya. Ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan untuk mencari cara  mencegah dan meminimalisir kemungkinan-kemungkinan efek yang akan terjadi di kemudian hari. Cyber Bully terjadi di berbagai platform media sosial, sehingga sering menganggu kenyamanan penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode study literatur dengan berbagai sumber dan bahan sejenis terkait bully. Hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa banyaknya kekerasan dan pelecehan yang marak terjadi di sekolah bisa dihindari atau ditanggulangi dengan melakukan penanganan yang tepat baik dari warga sekolah itu sendiri kemudian dari orangtua dan juga masyarakat sekitar. Selanjutnya melalui penelitian ini diharapkan banyak masyarakat yang lebih peduli dan mengertiterhadap kasus bully terutama cyber bully yang banyak terjadi di media sosial dalam kehidupan sehari-hari.   The many cases of bullying that occur in Indonesia, especially in the world of education, are the main reasons behind this study. Intimidation, better known as bullying, is not a new phenomenon in today's life. Indonesia is ranked fifth as the country with the most bullying cases out of 78 countries. This phenomenon is becoming increasingly disturbing due to the increasing number of cases that continue to occur over time. This study aims to find out how bullying has entered the digital world or what is known as cyber bullying, including the consequences it causes. This is a new challenge for the world of education to find ways to prevent and minimize the potential effects that will occur in the future. Cyber ​​Bullying occurs on various social media platforms, so it often disturbs the comfort of its users. This study uses a literature study method with various sources and similar materials related to bullying. The results of this study showed that the many cases of violence and harassment that are rampant in schools can be avoided or overcome by carrying out appropriate handling both from the school community itself and from parents and also the surrounding community. Furthermore, through this research, it is hoped that many people will be more concerned and understand bullying cases, especially cyber bullying, which often occurs on social media in everyday life.