Armansyah Muhammad Sarusu
Universitas Masoem, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Ketahanan Pangan Lokal melalui Diversifikasi Olahan Jagung Menjadi Produk Gummy di Desa Mekarjaya, Bandung dengan Pendekatan Partisipatif Armansyah Muhammad Sarusu; Irfan Fahriza; Salwa Lentera Ilma; Fidya Syifa Wijayanti; Elsa Aprilia Pratiwi; Gustian Mawahir
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2165

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional, terutama di wilayah pedesaan dengan potensi pertanian tinggi. Desa Mekarjaya memiliki produksi jagung melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan jagung segar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal melalui diversifikasi produk olahan jagung menjadi gummy jagung sebagai produk unggulan Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi empat tahap: (1) sosialisasi mengenai pentingnya diversifikasi pangan, (2) pelatihan teknis pembuatan gummy jagung, (3) pendampingan produksi dan pengemasan, serta (4) evaluasi hasil dan peningkatan keterampilan peserta. Kegiatan melibatkan 20 anggota kelompok ibu-ibu PKK sebagai peserta aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Produk gummy jagung yang dihasilkan memiliki tekstur kenyal, cita rasa khas jagung, kemasan higienis, dan kualitas organoleptik baik. Secara ekonomi, produk ini memberikan nilai tambah dibandingkan penjualan jagung segar. Kegiatan ini berdampak pada penguatan ketahanan pangan lokal berbasis sumber daya desa dan membuka peluang pengembangan UMKM berbasis agroindustri. Inisiatif ini relevan sebagai model pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi produk pangan lokal berdaya saing.