Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teori Perkembangan Dalam Perspektif Islam: Analisis Integratif Pemikiran Piaget, Vygotsky, Dan Erikson Dengan Nilai-Nilai Qur’ani Abdul Hamid; Kana Safrina Rouzi
Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teori perkembangan Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Erik Erikson dalam perspektif pendidikan Islam dengan pendekatan nilai-nilai Qur’ani. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, baik dari literatur psikologi perkembangan maupun kajian pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori perkembangan modern memiliki relevansi konseptual yang kuat dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, terutama dalam memahami perkembangan kognitif, sosial, dan psikososial peserta didik secara bertahap dan kontekstual. Nilai-nilai Qur’ani seperti tauhid, tanggung jawab moral, kesabaran, kerja sama, dan refleksi diri berfungsi sebagai landasan normatif yang mengarahkan proses perkembangan menuju tujuan spiritual dan pembentukan karakter. Integrasi teori perkembangan dan nilai Qur’ani memberikan kerangka pendidikan yang holistik, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembinaan kepribadian dan kesadaran spiritual. Dengan demikian, pendidikan Islam yang mengadopsi pendekatan integratif ini diharapkan mampu merespons tantangan perkembangan peserta didik secara komprehensif dan relevan dengan dinamika zaman.
Penguatan Budaya Mutu dalam Menghadapi AkreditasiStrategi Transformasi dari Kepatuhan Administratif Menuju Budaya Performa Abdul Hamid; Laelatul Badriah
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 02 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi pendidikan pada hakikatnya merupakan instrumen untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya, sebagian lembaga masih menghadapi accreditation panic, yaitu kecenderungan memusatkan perhatian pada penyiapan dokumen menjelang visitasi daripada membangun kualitas dalam praktik operasional sehari-hari. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan pseudo-compliance, ketika pemenuhan standar hanya berlangsung secara administratif tanpa diikuti perubahan perilaku dan kinerja kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA terhadap 32 artikel nasional dan internasional yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola penguatan budaya mutu, implementasi SPMI dan PPEPP, kepemimpinan, serta pemanfaatan sistem informasi dalam penjaminan mutu. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kepatuhan semu terutama dipengaruhi oleh ketidakterhubungan antara indikator kinerja individu dan standar mutu kelembagaan. Integrasi standar akreditasi ke dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang didukung sistem informasi mutu mendorong terbentuknya quality habituation, yaitu pembiasaan standar mutu dalam aktivitas kerja sehari-hari. Akreditasi unggul dengan demikian lebih tepat dipahami sebagai konsekuensi dari budaya mutu yang konsisten. Temuan ini menegaskan pentingnya penyelarasan IKU, PPEPP, kepemimpinan transformatif, dan digitalisasi mutu untuk membangun tata kelola pendidikan yang autentik dan berkelanjutan.