Anung Nindya Widayaka
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI WASPADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA MASYARAKAT NON PEROKOK DI DESA KEBONAN KARANGGEDE BOYOLALI Muchtar Hanafi; Notariana Kusuma Astuti; Aria Bagaskara; Raditya Abyudaya; Alifah Imani Susilowati; Anung Nindya Widayaka; Amanda Rizma Devyka Putri; Aurelia Winny Adsila; Nur Azizatul Wardah; Aurelia Alisa Putri Larasati; Alya Maharani
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i02.6230

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan nasional dengan prevalensi 3,7% pada tahun 2018. Di Jawa Tengah, kasus PPOK menempati urutan ketujuh dengan prevalensi 2,1% atau sebanyak 31.817 penderita. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kelompok non-perokok yang didominasi oleh kaum wanita. Sebagian besar kaum wanita (ibu rumah tangga) tidak waspada bahwa suami perokok berpotensi menyebabkan PPOK bagi anggota keluarga lain, tidak terkecuali istri dan anak-anak, sedangkan PPOK merupakan penyakit yang bersifat ireversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan PPOK pada warga masyarakat non-perokok di Desa Kebonan tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yaitu sebanyak 37 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian didapatkan peningkatan nilai rata-rata pretest-posttest dari 7,76 menjadi 8,81. Hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan dengan peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan.