Bhakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Vol. 3 No. 02 (2024): Desember

SOSIALISASI WASPADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA MASYARAKAT NON PEROKOK DI DESA KEBONAN KARANGGEDE BOYOLALI

Muchtar Hanafi (Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret)
Notariana Kusuma Astuti (Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret)
Aria Bagaskara (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Raditya Abyudaya (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Alifah Imani Susilowati (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Anung Nindya Widayaka (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Amanda Rizma Devyka Putri (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Aurelia Winny Adsila (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Nur Azizatul Wardah (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Aurelia Alisa Putri Larasati (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
Alya Maharani (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta)



Article Info

Publish Date
12 Nov 2024

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan nasional dengan prevalensi 3,7% pada tahun 2018. Di Jawa Tengah, kasus PPOK menempati urutan ketujuh dengan prevalensi 2,1% atau sebanyak 31.817 penderita. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kelompok non-perokok yang didominasi oleh kaum wanita. Sebagian besar kaum wanita (ibu rumah tangga) tidak waspada bahwa suami perokok berpotensi menyebabkan PPOK bagi anggota keluarga lain, tidak terkecuali istri dan anak-anak, sedangkan PPOK merupakan penyakit yang bersifat ireversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan PPOK pada warga masyarakat non-perokok di Desa Kebonan tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yaitu sebanyak 37 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian didapatkan peningkatan nilai rata-rata pretest-posttest dari 7,76 menjadi 8,81. Hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan dengan peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

pkm

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

The mission of Bhakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavours; critically examining emerging ...