Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan nasional dengan prevalensi 3,7% pada tahun 2018. Di Jawa Tengah, kasus PPOK menempati urutan ketujuh dengan prevalensi 2,1% atau sebanyak 31.817 penderita. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kelompok non-perokok yang didominasi oleh kaum wanita. Sebagian besar kaum wanita (ibu rumah tangga) tidak waspada bahwa suami perokok berpotensi menyebabkan PPOK bagi anggota keluarga lain, tidak terkecuali istri dan anak-anak, sedangkan PPOK merupakan penyakit yang bersifat ireversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan PPOK pada warga masyarakat non-perokok di Desa Kebonan tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yaitu sebanyak 37 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian didapatkan peningkatan nilai rata-rata pretest-posttest dari 7,76 menjadi 8,81. Hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan dengan peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan.
Copyrights © 2024