Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN UMKM BERBASIS KUE BASAH UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KAMPUNG BALEKAMBANG SUKARINGIN BEKASI Miftahussa'adah Wardi; Nopita Sri Mulyani; Sheila Azmi Alifa; Farah Nur Latifah
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i02.6398

Abstract

This community service activity aims to improve the welfare of the residents of Kampung Balekambang, Sukaringin Village, Bekasi Regency, through the empowerment of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) specializing in traditional snacks (kue basah). The program includes training in innovative kue basah production, mentoring in business management, and developing branding and marketing strategies for the products. Participatory communication processes were conducted using local media, such as WhatsApp groups and regular meetings, to ensure active community involvement. The results show increased production capacity, improved product quality, and a 30% rise in community income. Additionally, the marketing reach of the products expanded to regional levels. This activity demonstrates that strengthening UMKM specializing in kue basah positively impacts not only economic aspects but also social cohesion within the community.
Pendekatan Moderasi Beragama Dalam Menyikapi Judi Online: Upaya Pencegahan Dan Penanganan Miftahussa'adah Wardi; Haifa Fitria Rahmawati; Muhammad Qodri Azizi; Farah Nur Latifah
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 7, No 1 (2024): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v7i1.13398

Abstract

This study explores the effectiveness of religious moderation in addressing the rising challenge of online gambling in Sukamekar Village. As online gambling becomes increasingly accessible, its negative social and economic impacts are felt by local communities, posing threats to both individual welfare and communal harmony. Through qualitative methods—namely in-depth interviews with residents, observations of local community behavior, and an extensive literature review—the study investigates how religious principles emphasizing moderation, balance, and self-restraint can serve as deterrents to gambling habits. The findings reveal that core values within religious moderation, especially those advocating for self-control and an ethical lifestyle, resonate strongly within the community, discouraging engagement in gambling activities. Furthermore, support from families and proactive community involvement amplify the approach's impact, establishing a collective front against gambling. Collaboration among village authorities, religious leaders, family units, and community members emerges as crucial in cultivating a supportive environment that discourages gambling behaviors. In conclusion, the religious moderation approach not only provides a moral and cultural framework to counter online gambling but also fosters a pathway toward a more resilient, prosperous, and harmonious society in Sukamekar Village. This model highlights the broader potential for religiously informed community initiatives to address similar social issues in other settings.
Komunikasi Organisasi dalam Pengelolaan Majelis Ta’lim Azzahra: Studi Perencanaan dan Manajerial Dakwah Perempuan Elya Robbiatul Adawiyah; Ida Haryati; Farah Nur Latifah
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i1.85

Abstract

Majelis ta’lim merupakan salah satu bentuk lembaga dakwah nonformal yang memiliki peran penting dalam membina spiritualitas dan pengetahuan keislaman masyarakat, khususnya kaum ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi organisasi dalam proses perencanaan dan manajemen kegiatan dakwah di Majelis Ta’lim Azzahra. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi, penelitian ini menyoroti struktur organisasi, pola komunikasi antar pengurus, serta strategi koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di Majelis Ta’lim Azzahra berjalan secara semi-formal dengan pendekatan kekeluargaan, namun tetap mengandalkan alur komunikasi yang sistematis dan terstruktur. Peran kepemimpinan ketua majelis sangat menentukan efektivitas penyampaian informasi dan pelaksanaan program dakwah. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas kegiatan dakwah tidak hanya ditentukan oleh isi ceramah, tetapi juga oleh kekuatan koordinasi dan komunikasi dalam pengelolaan internal organisasi.
Retorika Dakwah Habib Hud Al-Attas Di Majelis Taklim Assalafiy Sheila Azmi Alifa; Farah Nur Latifah
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i2.136

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Retorika Dakwah Habib Hud Al-Attas sehingga pesan-pesan dakwah yang beliau sampaikan mengena di hati para jamaah nya saat kajian berlangsung di Majelis Taklim Assalafiy. Dengan menggunakan teori Aristoteles, yang berdasarkan pada tiga aspek, yaitu Ethos, Pathos dan Logos untuk mengetahui retorika yang digunakan oleh Habib Hud Al-Attas dalam berdakwah di Majelis Taklim Assalafiy. Hasil Penelitian retorika dakwah yang dilakukan oleh Habib Hud Al-Attas, 1). Ethos yang dimiliki Habib Hud yaitu memiliki jiwa pembelajar yang kuat dalam menempuh pendidikan formal pada sekolah umum dan pendidikan non formal dengan mengkaji kitab. 2). Pathos, Habib Hud dapat membawa perasaan lemah lembut, santai namun tegas kepada para jamaah ketika menyampaikan pesan-pesan dakwah sehinggga isi pesannya dapat diterima dan dilakukan oleh para jamaah yang mendengarkannya 3). Logos, beliau selalu memberikan argumen yang tepat kepada jamaah berdasarkan dengan merujuk kepada al-Qur’an, hadits, maupun kitab-kitab lain. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa retorika dakwah yang dilakukan Habib Hud Al-Attas dalam berdakwah di Majelis Taklim Assalafiy memenuhi tiga alat persuasi efektif yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu Ethos, Pathos, dan Logos.