Penelitian ini membahas pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah apung nelayan di wilayah Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Kondisi geografis daerah ini memiliki potensi energi surya yang tinggi, dengan rata-rata intensitas radiasi matahari mencapai 5,73 kWh/m²/hari. Selama ini, nelayan mengandalkan generator berbahan bakar fosil yang boros dan tidak ramah lingkungan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data iklim dan radiasi matahari, perhitungan kebutuhan energi rumah apung, serta simulasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan perangkat lunak PVsyst dan RETScreen. Sistem yang dianalisis memiliki kapasitas 4480 Wp (8 panel surya 560 Wp), inverter 4400 W, dan beban harian 1080 W selama 7 jam. Hasil simulasi menunjukkan potensi produksi energi tahunan mencapai ±7,4 MWh dengan nilai Performance Ratio 84,3%, menandakan kinerja sistem yang stabil dan efisien. Proyeksi 10 tahun memperhitungkan degradasi panel sebesar 0,5% per tahun, menghasilkan total produksi energi sekitar 68,42 MWh. Hasil ini membuktikan bahwa PLTS berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah apung nelayan. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, penerapan sistem ini juga dapat menekan biaya operasional, mendukung transisi energi bersih, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.