Minyak berat sejenis Heavy Fuel Oil (HFO) memiliki karakteristik berwarna hitam, mengandung partikel padat dan residu, pada suhu rendah sangat kental seperti bitumen. Nilai density HFO berkisar antara 0.92-0.99 kg/L dengan kekentalan yang ada dipasaran 180 dan 380 Cst. Perbedaan tempat bunker seringkali berakibat pada perbedaan technical data bahan bakar yang disuplai ke kapal. Efek yang sering terjadi dari perubahan nilai density adalah terganggunya proses treatment pada purifier. Penurunan efisiensi pengisian HFO service tank karena overflow pada purifier merupakan masalah utama yang sering timbul karena nilai density. Berdasarkan fenomena yang terjadi pada proses purifikasi Heavy fuel Oil pasca bunker maka perlu dilakukan studi dalam menentukan gravity disc pada FO purifier. Studi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan solusi kepada engineer yang bertugas di kapal-kapal niaga apabila terjadi masalah serupa. Penelitian dilakukan menggunakaan metode studi kasus terhadap permasalahan riil yang terjadi di atas kapal. Asumsi yang digunakan dalam memecahkan persoalan dengan membatasi tangki tempat proses pencampuran di settling tank. Bahan bakar HFO tersisa dalam storage tank adalah 0%, sedangkan bahan bakar tersisa di settling tank 4 KL dengan specific gravity 0.993 kg/L dari total volume 10 KL. HFO yang disuplai saat bunker dengan specific gravity 0.925 kg/L. Studi yang dilakukan mendapatkan hasil gravity disc yang sesuai untuk HFO dengan specific gravity 0.993, 0.975 dan 0.925 kg/L berturut-turut 66, 75 dan 78 mm. Temperatur pemanasan 80 dan 90OC tidak mempengaruhi ukuran gravity disc. Kinerja purifier dapat ditingkatkan dengan mencegah overflow melalui penentuan gravity disc yang sesuai.