Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Kesalahan Kompas Gyro dan Magnet dengan Menggunakan Azimuth Benda Angkasa di MV. Meratus Medan 3 Faisal Akbar; Ari Sriantini; Supangat Supangat
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v8i2.313

Abstract

Kompas merupakan alat navigasi yang sangat penting saat kapal sedang berlayar karena berguna untuk menunjukkan arah kapal untuk sampai di suatu tujuan. Kompas pada kapal tidak selalu menunjukkan arah yang akurat sehingga kapal berlayar tidak sesuai dengan haluan sejati yang telah dibuat. Supaya kapal berlayar sesuai dengan haluan sejati, diperlukan koreksi pada kompas gyro dan magnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadi kesalahan pada kompas, cara menentukan koreksi pada kompas gyro dan magnet, serta alasan para mualim jarang melakukan pengambilan koreksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil data observasi, wawancara dan dokumentasi penulis mendapatkan hasil penelitian bahwa kesalahan kompas disebabkan karena variasi dan deviasi. Kesalahan pada kompas gyro dan magnet dapat dikoreksi dengan menggunakan baringan matahari saat kapal sedang berlayar, pengambilan koreksi pada kompas memerlukan beberapa alat yaitu azimuth circle, gyro repeater, stopwatch, buku almanak nautika, dan kalkulator scientific. Alasan para mualim jarang melakukan pengambilan koreksi kompas dikarenakan mualim kurang paham dalam perhitungan koreksi kompas dan karena faktor dari cuaca yang tidak mendukung untuk pengambilan koreksi kompas. Oleh karena itu perwira kapal agar mempelajari cara perhitungan koreksi kompas gyro dan magnet dan lebih sering melakukan pengambilan koreksi agar tidak lupa cara perhitungannya
Analisa Pengoperasian Cargo Hold Bilges System dalam Mencegah Terjadinya Flooding di MV. Meratus Malino Muhammad Rizki Afrizal Azhar; Supangat Supangat; Kuncowati Kuncowati
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v3i3.2401

Abstract

This research aims to analyze the operation of the Cargo Hold Bilges System in preventing flooding on MVs. Meratus Malino. Researchers conducted this research while conducting a Sea Practitioner (PRALA) for 12 months starting from January 29 2023 to February 5 2024 on board the MV. Meratus Malino is a container carrier type ship managed by the shipping company PT. The Meratus Line operates domestic shipping services on the route Jakarta-Surabaya-Makassar-Bitung-Anggrek (North Gorontalo)-Surabaya-Jakarta-Bawean-Jakarta-Semarang. The population in this study was the MV crew. Merastus Malino consisted of 20 people, while the sample was the crew of the MV ship. Meratus Malino who is in charge or has responsibility for operating the Cargo Hold Bilges System totals 16 people consisting of the MV deck crew. Meratus Malino totaling 9 people and MV engine crew. Meratus Malino numbered 7 people. This research method uses a qualitative method using a descriptive approach, while for the data source the researcher uses secondary data sources, while the data collection instruments are questionnaires, field studies and interviews. The results of this research show that in operating the Cargo hold Bilges system, a system and several components such as the bilge pump, ejector, seachast valve, injection valve connected to the bilge pump and hydraulic valve are needed which can function properly and more optimally in ship operational activities. . And to prevent flooding in the hold, it is necessary to check the hold regularly and if you see standing water in the hold, immediately make an order to empty the hatch so that the hatch is dry and the cargo remains protected from flooding in the hold.