Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Historis Monumen Kesejarahan di Kota Malang sebagai Sumber Belajar Sejarah Rizky Agung Novariyanto
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i1.256

Abstract

Sumber belajar merupakan aspek penting dalam pembelajaran sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menumbuhkan jiwa kebangsaan bagi generasi muda melalui pembelajaran sejarah tentang keberadaan monumen sejarah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah (1) pengembangan strategi pembelajaran yang digunakan dalam pemanfaatan Monumen Sejarah sebagai sumber belajar sejarah bagi generasi muda di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis, tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) menentukan rancangan penelitian, (2) menentukan tempat/ lokasi penelitian, (3) penentuan informan sebagai sumber primer, (4) pengumpulan data, (5) melakukan tindakan validitas data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (6) analisis data akhir. Hasil penelitian dapat menunjukkan manfaat bangunan monumen sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah. Konsep pemanfaatannya adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis Kearifan Lokal. Dimana dalam pelaksanaannya menggunakan metode field trip.
Peran Meme Internet dalam Membentuk Wacana Politik Generasi Z: Antara Aktivisme Digital dan Apatisme Nurcholis Sunuyeko; Rizky Agung Novariyanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 5 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v29i5.3256

Abstract

This research explores the paradoxical role of internet memes in shaping political discourse among Generation Z in Indonesia. Employing a qualitative approach through virtual ethnography and in-depth interviews with 20 first-time voter informants, this study dissects how these digital cultural artifacts influence patterns of political participation. The results indicate that memes serve as a primary "entry point" for adolescents to understand complex policy issues through intuitive visual language. Memes are proven to democratize political discourse by breaking down elite communication barriers and acting as effective counter-narrative instruments for citizens. However, the study also identifies significant risks in the form of issue substance reduction and the slacktivism phenomenon, where the digital satisfaction of sharing satirical content replaces tangible action in the physical world. Furthermore, memes are often used merely as a coping mechanism against corrupt political realities, which potentially fosters permanent cynicism and apathy. This study concludes that while memes expand public engagement, they also trigger a shallowing of discourse that necessitates critical digital political literacy interventions. The focus of literacy must be directed towards bridging creative expression in cyberspace into substantial and accountable civic engagement in the real world.