Rahmat
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Paradigma Maqashid Al-Ulya Al-Hakimah;   Sebuah Upaya Thaha Jabir Al-Alwani Membumikan Shari’ah Rahmat
Al-Hikmah Vol. 1 No. 1 (2024): Al-Hikmah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/q9v1tn72

Abstract

Thaha Jabir Al-Anwani mengemukakan Al-Maqashid al-'Ulya al-Hakimah yang terdiri dari konsepsi Al-Tauhid, al-Tazkiyah dan al-Umran sebagai suatu pandangan yang mewakili nilai maqashid tertinggi dan mengandung dasar-dasar universal dan prinsip-prinsip inti yang relevan di setiap waktu dan ruang. Maqashid ini mendasari dua tingkatan maqashid lainnya yang telah dirumuskan oleh para ulama terdahulu. Tingkatan kedua adalah prinsip-prinsip keadilan, kebebasan dan persamaan. Tingkatan ketiga adalah daruriyyat, hajjyyat dan tahsiniyyat sebagaimana dirumuskan oleh para ulama terdahulu. Untuk merealisasikan maqshidnya, Thaha Jabir Al-Alwani menggunakan dua metode: al-Jam'u baina al-Qira'atain (konvergensi antara dua bacaan). Yang pertama adalah bacaan wahyu (al-Qur'an dan al-Sunnah), dan yang kedua adalah bacaan alam semesta. Dengan menggabungkan keduanya dalam satu bacaan, ia menyebutnya metode istiqra' tam. Dari metode inilah ia mendasarkan pemikirannya pada hasil bacaan qat'i
Makanan Ritual dan Makna Simboliknya: Analisis Tradisi Kuliner Sego Langgi di Lamongan, Indonesia: Ritual Meals and Its Symbolic Meaning: Analyses of Culinary Tradition Sego Langgi in Lamongan, Indonesia Muhammad Hilman Hirzi; Rossana Farah Abida; Rahmat; Wahidah Zein Br Siregar
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2025): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v20i2.7220

Abstract

This article examines the symbolic meaning of Sego Langgi as a culinary tradition of the rural Muslim people of Sendangduwur Village, Lamongan, Indonesia, particularly focusing on the religious values, communal solidarity, and cultural identity contained therein. This research used a qualitative approach with ethnographic methods, and combined Clifford Geertz's theory of cultural symbolism, Claude Lévi-Strauss's theory of structuralism, Herbert Blumer's theory of symbolic interactionism, Pierre Bourdieu's theory of cultural inheritance, and Stuart Hall's theory of cultural identity. Obtaining data through participant observation, in-depth interviews, and visual and textual documentation, the research showed that Sego Langgi is not only a ritual meals, but also a medium for inheriting values carried out performatively and informally through cross-generational involvement in the tradition. It also reflects the values of help, simplicity, and respect towards ancestors. Amidst the modernization, the community continues to maintain its existence through the adaptation of digital media as a tool for documentation and preservation. Finally, this article’s scientific contribution lies in enriching local cultural-based culinary studies with a multidisciplinary theoretical approach, as well as in affirming the importance of tradition as a space for the production of values and identity in rural Muslim communities.