Artiyanto Artiyanto
Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam UIN Al-Azhaar Lubuklinggau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS UU NO.16 TAHUN 2019 UNTUK MENEKAN ANGKA PERKAWINAN DINI Artiyanto Artiyanto; Aten Kuswendi
Syariah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2024): Syariah, Desember 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early marriage is an issue that has a significant impact on the quality of life of children, especially girls, both in terms of education, health and socio-economics. This research aims to analyze the effectiveness of Law Number 16 of 2019 concerning changes to the minimum age limit for marriage as an effort to reduce the rate of early marriage. The research method used is a quantitative approach, with data collection techniques in the form of surveys, documentation studies and structured interviews. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics to identify the influence of regulations on the level of early marriage in the case study area. The research results show that the implementation of Law no. 16 of 2019 has made a significant contribution in reducing the rate of early marriage, although challenges such as local culture, low education and access to legal information are still obstacles. This study also reveals that socialization of the law and strengthening the role of related institutions, such as the Office of Religious Affairs (KUA) and the Social Service, need to be optimized to increase public awareness of the negative impacts of early marriage. This research recommends a community-based approach involving religious leaders, community leaders, and educational institutions to support the effective implementation of the law. Thus, it is hoped that this regulation can become a legal instrument that not only regulates, but also has a positive impact on child protection and improving the quality of life of the younger generation. Perkawinan dini menjadi salah satu isu yang berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan anak, khususnya perempuan, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan batas usia minimal perkawinan sebagai upaya menekan angka perkawinan dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa survei, studi dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi pengaruh regulasi terhadap tingkat perkawinan dini di wilayah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 memiliki kontribusi yang signifikan dalam menurunkan angka perkawinan dini, meskipun tantangan seperti budaya lokal, pendidikan rendah, dan akses terhadap informasi hukum masih menjadi kendala. Studi ini juga mengungkapkan bahwa sosialisasi undang-undang dan penguatan peran lembaga terkait, seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan Dinas Sosial, perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif perkawinan dini. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta institusi pendidikan untuk mendukung penerapan undang-undang secara efektif. Dengan demikian, regulasi ini diharapkan mampu menjadi instrumen hukum yang tidak hanya mengatur, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perlindungan anak dan peningkatan kualitas hidup generasi muda.
PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN METODE BAYANG TONGKAT STUDI KASUS UIN AL-AZHAAR LUBULINGGAU Septia Novarisa; Susi Kusmawaningsih; Artiyanto Artiyanto
Syariah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2024): Syariah, Desember 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determining the direction of the Qibla is an important aspect in the implementation of Muslim worship. Accuracy in determining the direction of the Qibla is a necessity so that prayer services comply with the provisions of the Shari'a. This study aims to analyze the stick shadow method in determining the Qibla direction at UIN Al-Azhaar Lubuklinggau. The research was conducted using a descriptive qualitative approach using observation data, interviews and field measurements. The stick shadow method utilizes the astronomical phenomenon when the sun is directly above the Kaaba (istiklal). At this moment, the shadow of an upright object will show the direction of the Qibla. The research results show that this method has a high level of accuracy, with a minimal error rate compared to other methods such as a magnetic compass. However, the implementation of this method at UIN Al-Azhaar still faces several obstacles, such as dependence on sunny weather and technical understanding by the community. This study concludes that the stick shadow method can be a practical and effective alternative for determining the Qibla direction with high accuracy. It is recommended that religious institutions such as UIN Al-Azhaar increase training and outreach regarding this method to support the implementation of Muslim worship more appropriately. Penentuan arah kiblat merupakan aspek penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam. Akurasi dalam menentukan arah kiblat menjadi salah satu keharusan agar ibadah shalat sesuai dengan ketentuan syariat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis metode bayang tongkat dalam penentuan arah kiblat di UIN Al-Azhaar Lubuklinggau. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan data observasi, wawancara, dan pengukuran lapangan. Metode bayang tongkat memanfaatkan fenomena astronomi ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah (istiklal). Pada momen ini, bayang-bayang benda tegak akan menunjukkan arah kiblat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dengan tingkat kesalahan minimal dibandingkan metode lain seperti kompas magnetik. Namun, implementasi metode ini di UIN Al-Azhaar masih menghadapi beberapa kendala, seperti ketergantungan pada cuaca cerah dan pemahaman teknis oleh masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa metode bayang tongkat dapat menjadi alternatif yang praktis dan efektif untuk menentukan arah kiblat dengan akurasi tinggi. Disarankan agar institusi keagamaan seperti UIN Al-Azhaar meningkatkan pelatihan dan sosialisasi terkait metode ini untuk mendukung pelaksanaan ibadah umat Islam secara lebih tepat.