Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Zona Lemah Penyebab Amblesan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 2D dan Data N-SPT di Wilayah Jakarta Pusat dan Selatan M Ilham Pratama; Habib Mustofa; Risky Martin Antosia; Nur Hidayat
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v23i1.24831

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi amblesan tanah di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D dan data uji Standard Penetration Test (SPT). Data yang digunakan terdiri atas delapan lintasan geolistrik dan tiga titik bor SPT. Pengukuran geolistrik dilakukan menggunakan konfigurasi Wenner-Alpha dengan panjang lintasan 235 m dan spasi elektroda 5 m. Proses inversi menggunakan RES2DINV menghasilkan model resistivitas 0,5–200 Ωm dengan kedalaman penetrasi 35–45 m dan nilai RMSE <7%. Korelasi resistivitas dan N-SPT dianalisis pada setiap kedalaman untuk mengidentifikasi karakter lapisan dan menentukan zona lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona lemah hanya muncul pada Area A (SPT-01) di kedalaman 6–21 m, ditandai oleh resistivitas rendah (3,5–8 Ωm) dan nilai N-SPT sangat rendah (0–4), yang mengindikasikan lapisan tuf pasiran hingga material berbutir halus yang sangat lunak, jenuh air, dan berplastisitas tinggi. Sebaliknya, Area B (SPT-02 dan SPT-03) tidak menunjukkan indikasi zona lemah karena nilai N-SPT relatif tinggi dan stabil pada sebagian besar kedalaman, meskipun resistivitas bervariasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa lapisan tanah pada Area B lebih kompak, keras, dan aman terhadap risiko amblesan. Secara keseluruhan, potensi amblesan hanya terkonsentrasi pada Area A, sementara kedua titik lainnya berada dalam kondisi geoteknik yang stabil
Identifikasi Mineralisasi Sulfida Menggunakan Metode Geolistrik 2D Resistivitas dan Induced Polarization (IP) Daerah Vulkanik Tolitoli, Sulawesi Tengah Farah Dhiba; Amelia Oryza Sativa; Risky Martin Antosia; Nur Hidayat
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1671

Abstract

This study aims to identify indications of sulfide mineralization in the volcanic area of Tolitoli, Central Sulawesi, using two-dimensional (2D) geoelectrical resistivity and Induced Polarization (IP) methods. Data acquisition was carried out along ten survey lines using the Wenner–Schlumberger configuration, which were divided into two observation areas. The resistivity inversion results show relatively high values, generally exceeding 1000 Ωm, interpreted as massive and relatively fresh volcanic rocks such as andesite and basalt. Nevertheless, the Induced Polarization data reveal zones with moderate to high chargeability values (40–60 ms), indicating the presence of disseminated sulfide minerals, particularly pyrite, within the volcanic rocks. The chargeability anomalies are locally developed and are generally associated with fracture zones and geological structures that act as pathways for hydrothermal fluid migration. The most prominent prospective zones for sulfide mineralization were identified along survey lines 3 and 6. The integration of resistivity and IP methods is proven to be effective in identifying indications of sulfide mineralization in complex volcanic environments, even within high-resistivity rocks, and provides a preliminary assessment of subsurface mineralization potential in the Tolitoli area.