Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi amblesan tanah di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D dan data uji Standard Penetration Test (SPT). Data yang digunakan terdiri atas delapan lintasan geolistrik dan tiga titik bor SPT. Pengukuran geolistrik dilakukan menggunakan konfigurasi Wenner-Alpha dengan panjang lintasan 235 m dan spasi elektroda 5 m. Proses inversi menggunakan RES2DINV menghasilkan model resistivitas 0,5–200 Ωm dengan kedalaman penetrasi 35–45 m dan nilai RMSE <7%. Korelasi resistivitas dan N-SPT dianalisis pada setiap kedalaman untuk mengidentifikasi karakter lapisan dan menentukan zona lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona lemah hanya muncul pada Area A (SPT-01) di kedalaman 6–21 m, ditandai oleh resistivitas rendah (3,5–8 Ωm) dan nilai N-SPT sangat rendah (0–4), yang mengindikasikan lapisan tuf pasiran hingga material berbutir halus yang sangat lunak, jenuh air, dan berplastisitas tinggi. Sebaliknya, Area B (SPT-02 dan SPT-03) tidak menunjukkan indikasi zona lemah karena nilai N-SPT relatif tinggi dan stabil pada sebagian besar kedalaman, meskipun resistivitas bervariasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa lapisan tanah pada Area B lebih kompak, keras, dan aman terhadap risiko amblesan. Secara keseluruhan, potensi amblesan hanya terkonsentrasi pada Area A, sementara kedua titik lainnya berada dalam kondisi geoteknik yang stabil
Copyrights © 2026