Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Konsep Keadilan dan Maslahah dalam Pendidikan Ekonomi Nabila Rasha; Arizul Suwar; T. Nazarullah T. Nazarullah
Economia: Journal of Economics and Management Vol 4 No 2 (2025): Economia: Journal of Economics and Management
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze the internalization of the concepts of justice and maslahah in economic education as an effort to develop a learning paradigm that is oriented not only toward efficiency and growth, but also toward ethical values and social benefit. This study employs a qualitative approach based on a literature review, examining works in Islamic economics, philosophy of education, and curriculum theory. The findings indicate that the concept of justice in Islamic economic thought encompasses proportional distribution, the avoidance of exploitation, and the balanced fulfillment of rights and obligations. Meanwhile, maslahah emphasizes the orientation of economic policies and activities toward sustainable collective welfare. The internalization of these concepts in economic education can be implemented through value integration within the curriculum, reflective learning approaches, and the strengthening of moral dimensions in economic case analysis. This article argues that an economic education grounded in justice and maslahah has the potential to produce graduates who are not only technically competent but also ethically sensitive and socially responsible in economic practice. Abstrak Artikel ini bertujuan menganalisis internalisasi konsep keadilan dan maslahah dalam pendidikan ekonomi sebagai upaya membangun paradigma pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan, tetapi juga pada dimensi etika dan kebermanfaatan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka dengan menelaah literatur ekonomi Islam, filsafat pendidikan, dan teori kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep keadilan dalam perspektif ekonomi Islam mencakup distribusi yang proporsional, penghindaran eksploitasi, serta penegakan hak dan kewajiban secara seimbang. Sementara itu, maslahah menekankan orientasi kebijakan dan aktivitas ekonomi pada kemanfaatan kolektif yang berkelanjutan. Internalisasi kedua konsep tersebut dalam pendidikan ekonomi dapat dilakukan melalui integrasi nilai dalam kurikulum, pendekatan pembelajaran reflektif, serta penguatan dimensi moral dalam analisis kasus ekonomi. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan ekonomi yang berbasis keadilan dan maslahah berpotensi membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas etis dan tanggung jawab sosial dalam praktik ekonomi.
Optimalisasi Pembelajaran Sains Berbasis Eksplorasi dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di Lembaga PAUD Berbasis Islam Arizul Suwar; Said Nazaruddin; Rahmat Saputra; Karuni Humairah Arta; Fariyoni Fariyoni
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya InovasiĀ Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.572

Abstract

Pembelajaran sains di lembaga PAUD berbasis Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kreativitas anak sejak dini, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana guru di lembaga PAUD berbasis Islam mengoptimalkan pembelajaran sains berbasis eksplorasi sebagai media pengembangan kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap dua orang guru PAUD dari KB Al-Bunayya yang berlokasi di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dan dari TK Bungong Barona yang berlokasi di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Cermen, Kabupaten Aceh Barat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru telah menjalankan tiga peran utama secara konsisten, yakni sebagai fasilitator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan-bahan sederhana yang aman dan mudah dijangkau dari lingkungan sekitar. Sebagai motivator, guru mendorong keberanian eksplorasi anak melalui pujian, pendampingan bertahap, dan pemberian kebebasan berkreasi. Sebagai mediator, guru menghubungkan konsep sains dengan pengalaman keseharian anak serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam seperti tafakkur, itqan, dan rasa syukur. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya pengetahuan sains guru, serta kurangnya sarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sains eksploratif dapat menjadi wahana pembentukan karakter Islami sekaligus pengembangan kreativitas anak usia dini apabila guru memiliki komitmen, kreativitas, dan dukungan kelembagaan yang memadai