Pembelajaran sains di lembaga PAUD berbasis Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kreativitas anak sejak dini, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana guru di lembaga PAUD berbasis Islam mengoptimalkan pembelajaran sains berbasis eksplorasi sebagai media pengembangan kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap dua orang guru PAUD dari KB Al-Bunayya yang berlokasi di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dan dari TK Bungong Barona yang berlokasi di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Cermen, Kabupaten Aceh Barat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru telah menjalankan tiga peran utama secara konsisten, yakni sebagai fasilitator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan-bahan sederhana yang aman dan mudah dijangkau dari lingkungan sekitar. Sebagai motivator, guru mendorong keberanian eksplorasi anak melalui pujian, pendampingan bertahap, dan pemberian kebebasan berkreasi. Sebagai mediator, guru menghubungkan konsep sains dengan pengalaman keseharian anak serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam seperti tafakkur, itqan, dan rasa syukur. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya pengetahuan sains guru, serta kurangnya sarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sains eksploratif dapat menjadi wahana pembentukan karakter Islami sekaligus pengembangan kreativitas anak usia dini apabila guru memiliki komitmen, kreativitas, dan dukungan kelembagaan yang memadai
Copyrights © 2026