Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan dalam Upaya Peningkatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Pada KCBN Trowulan Purnawan Basundoro; Lauhil Fatihah; Edi Dwi Riyanto
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.36511

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan merupakan salah satu kawasan konservasi Cagar Budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia sebagai lokasi bekas Ibu Kota Kerajaan Majapahit yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata budaya berbasis Cagar Budaya. Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai objek pariwisata seharusnya menjadi aset untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam jangka panjang, namun faktanya pariwisata berbasis Cagar Budaya masih sangat dirasa belum cukup optimal. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah pelaku Objek Pemajuan Kebudayaan, stakeholder terkait, ahli budaya KCBN Trowulan, dan komunitas budaya kawasan tersebut. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa strategi yang perlu digunakan dalam upaya peningkatan pembangunan pariwisata berkelanjutan di KCBN Trowulan perlu menggunakan strategi pemajuan kebudayaan, yaitu melalui pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan yang ada di kawasan tersebut melalui upaya pengembangan dan pemanfaatan. Luaran penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan strategi dan program pembangunan pariwisata berkelanjutan yang ada di KCBN Trowulan.    Trowulan National Cultural Heritage Area is one of the Cultural Heritage conservation areas protected by the Government of Indonesia as the location of the former Majapahit Royal Capital which is utilized by the community as one of the Cultural Heritage-based cultural tourism destinations. The utilization of Cultural Heritage as a tourism object should be an asset to empower local communities in the long term, but the fact is that Cultural Heritage-based tourism is still not optimal enough. This research method uses qualitative research methods with data collection in the form of literature studies, field observations, and in-depth interviews. The informants in this research are actors of the Cultural Advancement Object, related stakeholders, cultural experts of the Trowulan National Cultural Heritage Area, and the cultural community of the area. The findings of this research are that the strategy that needs to be used in an effort to increase sustainable tourism development in the Trowulan National Cultural Heritage Area needs to use a cultural promotion strategy, namely through the preservation of Cultural Advancement Objects in the area through development and utilization efforts. The output of this research can be used as a reference in formulating sustainable tourism development strategies and programs in the Trowulan National Cultural Heritage Area.
Peran Ekosistem Kebudayaan Sebagai Branding Pariwisata Budaya di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan Lauhil Fatihah; Purnawan Basundoro
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.10983

Abstract

Pariwisata di KCBN Trowulan merupakan upaya pemanfaatan warisan budaya yang menggabungkan pelestarian tinggalan arkeologis dengan pengembangan wisata berbasis sejarah dan kebudayaan Majapahit. Meskipun memiliki potensi budaya yang besar, pembentukan branding pariwisata budaya di kawasan ini masih belum optimal karena peran ekosistem kebudayaan belum teridentifikasi secara komprehensif sebagai dasar pembentukan identitas destinasi. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana unsur biotik dan abiotik dalam masyarakat turt berkontribusi dalam memperkuat branding KCBN Trowulan sebagai destinasi budaya. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana ekosistem kebudayaan membentuk branding pariwisata budaya di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan data primer dari observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku budaya, komunitas lokal, serta instansi pemerintah. Data sekunder diperoleh melalui dokumen resmi, regulasi, dan publikasi ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk melihat keterkaitan antara ekosistem kebudayaan dan branding pariwisata. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode, sementara hasil disajikan secara naratif dan tematik sebelum dirumuskan kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem kebudayaan memiliki peran signifikan dalam membentuk branding pariwisata budaya yang autentik melalui penguatan narasi Majapahit, pelestarian objek pemajuan kebudayaan, dan pemanfaatan cagar budaya sebagai daya tarik utama. Penelitian ini terbatas pada kajian di KCBN Trowulan dengan pendekatan kualitatif sehingga belum dapat digeneralisasikan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan dan menggunakan metode campuran.