Labibah Sayaka Ilma
Sunan Ampel State Islamic University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

War takjil for non-muslims: An analysis of social solidarity in Indonesian Ramadan traditions Labibah Sayaka Ilma; M. Ahmad Jamaluddin Zamzami; Iksan Iksan
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40526

Abstract

The war takjil phenomenon during Ramadan in Indonesia is not only a tradition of food-sharing but also a space for social interaction involving people of different faiths, including the active participation of non-Muslims. This study aims to analyze how non-Muslim involvement in war takjil contributes to social harmony and tolerance in a diverse society. Using a qualitative approach and netnographic analysis of TikTok content, along with additional data from literature, this research explores how creators and netizens shape narratives of inclusivity within the Ramadan tradition. The findings indicate that non-Muslim participation in war takjil strengthens social solidarity by fostering a harmonious sense of togetherness. These results align with Émile Durkheim’s theory of social solidarity, where this tradition represents mechanical solidarity through shared values of generosity within the Muslim community and organic solidarity through interfaith interactions that reflect positive social interdependence. Thus, war takjil serves not only as a cultural practice but also as a symbol of tolerance and harmony in Indonesia’s multicultural society.   Fenomena war takjil selama Ramadan di Indonesia tidak hanya menjadi tradisi berbagi makanan tetapi juga ruang interaksi sosial yang melibatkan masyarakat lintas agama, termasuk partisipasi aktif dari non-Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keterlibatan non-Muslim dalam war takjil berkontribusi terhadap harmoni sosial dan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan netnografi terhadap konten TikTok, serta data tambahan didapatkan dari studi literatur. Penelitian ini mengeksplorasi interaksi kreator dan netizen dalam membentuk narasi inklusivitas dalam tradisi Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi non-Muslim dalam war takjil memperkuat solidaritas sosial dengan menciptakan ruang kebersamaan yang harmonis. Temuan ini selaras dengan teori solidaritas sosial Emile Durkheim, di mana tradisi ini mencerminkan solidaritas mekanis melalui nilai berbagi yang mengikat komunitas Muslim, serta solidaritas organik melalui interaksi lintas agama yang menunjukkan ketergantungan sosial yang positif. Dengan demikian, war takjil tidak hanya menjadi praktik budaya, tetapi juga simbol toleransi dan harmoni dalam masyarakat multikultural Indonesia.