In general, political speeches aim to inform, persuade, and offer a vision regarding issues currently unfolding in society, so it is not uncommon to find various uses of metaphors in such speeches. This research analyzes the use of linguistic metaphors, conceptual metaphors, their functions, and cultural reflections as expressed in political speeches delivered by presidents of Arab countries concerning the Israeli-Palestinian conflict. The method used in this research is a mixed-method approach. Data were collected through observation using the Metaphor Identification Procedure (MIP), and analyzed using the distribution method. The study identified 28 conceptual metaphors. The analysis indicates that these metaphors are employed by Arab state leaders for persuasive purposes, specifically to express support for Palestine. This rhetorical strategy illustrates the firmness of the Arab political position, which also represents Islamic countries worldwide in relation to the Israeli-Palestinian conflict. Arab and other Islamic countries consistently express full support for peace between the two nations, the liberation of Palestine, and the fulfillment of the rights to life for its people. Secara umum, pidato politik bertujuan untuk menginformasikan, meyakinkan, dan menawarkan visi mengenai isu yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat, sehingga tak jarang ditemukan berbagai macam penggunaan metafora dalam pidato politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai penggunaan metafora linguistik, metafora konseptual, fungsi, dan refleksi budaya yang tercermin dalam pidato politik yang disampaikan oleh presiden negara-negara Arab mengenai konflik Israel-Palestina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran, metode pengumpulan data yaitu observasi dengan menggunakan MIP, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode agih. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu metafora konseptual sebanyak 28. Hasil dari analisis dalam peneltian ini menunjukkan bahwa metafora konseptual digunakan oleh pemimpin-pemimpin negara Arab untuk tujuan persuasi dalam bentuk dukungan terhadap Palestina, yang menggambarkan ketegasan posisi politik Arab yang juga merepresentasikan negara-negara Islam di seluruh dunia mengenai konflik Israel-Palestina bahwa negara Arab dan negara Islam lainnya memberikan dukungan penuh atas perdamaian kedua negara, pembebesan Palestina, beserta pemenuhan hak-hak berkehidupan bagi masyarakatnya.