Fathiyyah Azizah
Telkom University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gurindam: Local wisdom literature to cultivate life motivation in Millennials and Generation Z Fathiyyah Azizah; Amanah Belinda; Yanuarita Nur Hanifa
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.42349

Abstract

This study is motivated by the declining attention of Millennials and Generation Z toward local wisdom, particularly gurindam, which embodies moral, religious, and motivational values. The research aims to analyze the role of gurindam in the millennial era as a form of digital local wisdom-based literature in fostering life motivation among young people. The study was conducted at SMPIP Daarul Jannah and several public senior high schools in Cibinong District, Bogor Regency, West Java Province. Using a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis, the data were systematically processed to gain a deep understanding of the phenomenon. The findings reveal that adapting gurindam through social media platforms such as Instagram effectively increases young people’s reading interest and appreciation of its moral messages. Moreover, the values of local wisdom contained within gurindam are perceived as relevant sources of life motivation in the modern context. The novelty of this research lies in its exploration of gurindam as a medium of cultural revitalization in the digital era, demonstrating how traditional literature can be transformed into a motivational tool through contemporary digital platforms. Thus, gurindam in the millennial era not only serves as a means of cultural preservation but also as a motivational instrument that supports character formation and the psychological well-being of young generations.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya perhatian generasi milenial dan generasi Z terhadap kearifan lokal, khususnya gurindam, yang sejatinya mengandung nilai-nilai moral, religius, dan motivasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran gurindam pada era milenial sebagai literatur digital berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan motivasi hidup generasi muda. Penelitian ini dilaksanakan di SMPIP Daarul Jannah dan beberapa SMA Negeri di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen, yang diolah secara sistematis untuk memperoleh pemahaman mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi gurindam melalui media sosial Instagram mampu meningkatkan minat baca dan apresiasi generasi milenial terhadap nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal dalam gurindam dipahami sebagai sumber motivasi hidup yang relevan dengan konteks kehidupan modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada upayanya mengkaji gurindam sebagai media revitalisasi budaya di era digital, dengan menekankan transformasi sastra tradisional menjadi instrumen motivasional melalui platform digital modern. Dengan demikian, gurindam era milenial tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media motivasional yang mendukung pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis generasi muda.