Latar Belakang : Dalam berbicara kita menggunakan vocal tract yang meliputi mulut, laring, faring, dan hidung. Maka bagian-bagian tersebut bersama-sama mengontrol dan membentuk suara yang dihasilkan oleh pita suara dalam laring. Jika proses tersebut tidak mengalami masalah akan terdengar oleh lawan bicaranya menjadi enak, menyenangkan untuk yang mendengarkannya. Tetapi ada individu yang memiliki suara yang jernih, kasar, nasal, pelan jadi tidak terdengar jelas apa yang diucapkannya. Untuk menghasilkan suara juga membutuhkan unsur pernapasan. Pernapasan memberikan dukungan napas yang dibutuhkan untuk menggerakkan pita suara agar bergetar dan menghasilkan suara. Dengan teknik pernapasan yang baik, seseorang dapat mengontrol volume, kekuatan, dan kestabilan suara. Gangguan suara bisa disebabkan karna fungsional dan organik Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengukur adanya peningkatan durasi fonasi setelah diberikan pendekatan atau teknik respiration training (latihan respirasi). Metode : . Menggunakan quasi eksperimen subjek tunggal menggunakan desai A1-B-A2, Pada A1 adalah merupakan kegiatan pretest sebelum diberikan intervensi. Pada B merupakan intervensi dan A2 merupakan posttest yang setelah diberikan intervensi dengan menggunakan metode Respiration Training sebanyak 10 kali pertemuan Hasil :Penggunaan latihan respiration ternyata tidak menunjukkan hasil dapat meningkatkan kemampuan memperpanjang durasi fonasi /a/ selama 5 detik Kesimpulan : Klien tidak mampu meningkatkan kemampuan durasi fonasi /a/ selama 5 detik setelah diberikan teknik respiration training. Saran : Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk meningkatkan temuan ini dan mengembankan pelaksanaan yang lebih durasinya serta komperhensif untuk penderita gangguan suara yang organik