Jumiarti
Politeknik Arutala Johana Hendarto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Memori Kerja dengan Kemampuan Lisan Pada Anak Pra-Sekolah Jumiarti; Hikmatun Sadiah; Izzatul Jannah
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i1.50

Abstract

Background: the development of speech and language of pre-school children is one of impartant tasks of preschool education. Monitoring child development in terms of speech language skills has a long term impact on their overall growth. Purpose: the aim of the study was to determine the relationship between articulation and language development in typical preschool children. Method/Result: This study was conducted on 254 children, aged three to seven years. Articulation test by imitating word levels on all final consonants of Indonesian language in the initial, middle and final position, and language tests consisting of oral language comprehension and oral ability. Childrens’s responses were recorded and then scored for each correct response. The result showed that there was a significant correlation between articulation and language development (P=<0.05) but the correlation tended to be weak (r=0.2). Conclusion: articulation skills may be just one of many other factors that will influence language skills in preschool children. Therefore further research is needed to better understand other factors involved in language development.
Hubungan Antara Memori Kerja dengan Kemampuan Lisan Pada Anak Pra-Sekolah Yulidar Rusdi Rasyid; Jumiarti; Putri Wulandari Rinjani
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i2.30

Abstract

Kemampuan lisan pada anak pra-sekolah dapat berkaitan dengan kemampuan memori kerja (working memory), usia anak pra-sekolah dinyatakan untuk usia 3 sampai 6 tahun. Memori kerja merupakan fungsi kognitif yang sangat penting, memiliki kapasitas terbatas, yang hanya dapat menyimpan sejumlah kecil informasi dalam waktu singkat sekitar 2 sampai 3 detik. Untuk itu anak-anak dapat menyimpan dan memanipulasi informasi secara sementara dari berbagai tugas sehari-hari, seperti mengikuti instruksi yang terdiri dari beberapa langkah, memecahkan masalah, dan mempelajari konsep baru dan pemberian materi secara berulang dapat membantu memori kerja. Memori kerja yang kuat cenderung memiliki prestasi lebih baik secara akademis, terutama dalam mata pelajaran seperti matematika dan seni bahasa. Sebaliknya, anak yang memiliki memori kerja lebih lemah dapat memungkinkan kesulitan dalam belajar dan mengikuti instruksi, dan dapat menyebabkan kesulitan di sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Gambaran Ketepatan Artikulasi Berdasarkan Cara Artikulasi pada Anak Pra-Sekolah Jumiarti; Shofy Qhurotu Aini
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i2.34

Abstract

Latar belakang : Ketepatan artikulasi adalah kemampuan untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas dan tepat menggunakan organ bicara. Anak usia prasekolah yang dimulai dari anak berusia 3-6 tahun memiliki masa emas dalam perkembangannya terutama dalam perkembangan keterampilan bahasa lisan salah satunya adalah  cara artikulasi. Cara artikulasi dari konsonan merupakan proses pembentukan konsonan dengan melibatkan interaksi pergerakan artikulator melalui alat bicara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran ketepatan artikulasi berdasarkan cara artikulasi dalam produksi Bahasa Indonesia. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan tenik purposive sampling dengan melibatkan 254 anak prasekolah umur tiga sampai tujuh tahun yang dibagi dalam usia 3, 4, 5, dan 6 tahun. Instrumen yang digunakan format observasi artikulasi anak Manner of Articulation (MOA) dilakukan dengan meniru tingkat kata pada konsonan tunggal posisi awal, tengah, dan akhir. Respon dicatat dan diskor untuk dianalisis. Data dianalisis menggunakan excel dan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 25. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan semua bunyi konsonan tunggal dikuasai mulai usia 3 tahun namun ketepatan bertambah sesuai bertambahnya usia. Persentase konsonan yang benar semakin meningkat seiiring bertambahnya usia. Kesimpulan : Ketepatan artikulasi pada anak prasekoah meningkat seiiring bertambahnya usia. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang ketepatan artikulasi pada anak prasekolah.
Penerapan Metode Phonetic Placement pada Disartria Unilateral Upper Motor Neuron: Studi Kasus Tunggal Junaeni; Jumiarti; Fildza Khalisha
Jurnal Terapi Wicara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v3i2.62

Abstract

Background: Unilateral Upper Motor Neuron (UUMN) dysarthria is a type of dysarthria characterized by damage to the upper motor neurons, causing articulation disorders as the most dominant symptom. Speech therapy intervention is essential in this condition.Objective: This study aims to determine the effectiveness of the Phonetic Placement method in improving articulation skills in patients with UUMN dysarthria.Methods: This study used a single-subject experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The research subject was a 51-year-old woman with a history of UUMN dysarthria. The intervention was conducted over 10 sessions using the Phonetic Placement method, which focused on word-level articulation exercises. Perceptual assessment was conducted to evaluate articulation clarity by comparing abilities before and after therapy.Results: There was no significant change in the ability to produce target phonemes at the word level. Conclusion: The Phonetic Placement method has not shown effectiveness in improving articulation in this case, possibly due to the limited number of therapy sessions. Further research is recommended with more frequent therapy, repetition, and combination with other methods. Keywords: UUMN dysarthria, Articulation, Phonetic Placement.