Indar Widowati
Poltekkes Kemenkes Semarang Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT YANG BEBAS STUNTING MELALUI KEGIATAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Tri Anonim; Maslahatul Inayah; Afiyah Sri Harnany; Indar Widowati; Tri Wiji Lestari
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8581

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penurunan angka stunting perlu dilakukan sedini mungkin karena stunting dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Upaya awal yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan memperhatikan selama kehamilan. Prinsipnya adalah meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan memastikan bahwa selama kehamilan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berkualitas, oleh karena itu diperlukan pendidikan kesehatan dengan tujuan: meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan gizi yang dibutuhkan selama kehamilan. dan meningkatkan keterampilan ibu hamil dalam mempersiapkan menyusui sejak hamil. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah ceramah/diskusi, demonstrasi persiapan menyusui sejak hamil, dan evaluasi dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil meningkat yang ditunjukkan dengan peningkatan rerata dari pre-test 63 menjadi 76 pada post-test. Peningkatan rata-rata berat badan ibu hamil ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata, dari sebelum mengikuti pelatihan berat badan ibu hamil adalah 54,1 Kg, dua bulan setelah menerima pelatihan, rata-rata berat badan ibu hamil menjadi 56,8 Kg. Saran : Tenaga kesehatan khususnya bidan atau ahli gizi diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai kebutuhan gizi ibu hamil agar ibu hamil tidak mengalami status gizi buruk yang dapat berdampak pada berat badan lahir rendah (BBLR) dan berisiko terjadinya stuntungKata kunci: Stunting, 1.000 Hari Pertama Kehidupan
PENGARUH AKUPRESUR TERHADAP COMPUTER VISION SYNDROM PENGGUNA LAYAR DIGITAL DI MAN 1 KOTA PEKALONGAN Zaenal Amirudin; Indar Widowati; Ahmad Baequny; Ta'adi .; Arwani .
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8583

Abstract

Pengaruh akupresur bagian mata, kepala, leher dan bahu terhadap computer vision syndrom pengguna komputer, yaitu salah satu jenis pengobatan komplementer yang digunakan untuk memelihara kesehatan mata. Tujuan penelitian ini untuk; 1) mentrasfer pengetahuan tentang pencegahan CVS pada mata dengan akupresur mandiri pada peserta didik, 2) Mentranser ketrampilan cara melakukan akupresur mandiri pada peserta didik untuk mencegah CVS pada mata, 3) Menganalisis pengaruh akupresur mandiri terhadap CVS pengguna komputer. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode: 1) obserasi dan wawancara, diskusi dan pelatihan atau praktik. Instrumen Concentration Grid Tes digunakan untuk menilai tingkat koordinasi mata. Sampel terdiri atas 30 siswa/siswi MAN 1 Kota Pekalongan. Hasil penelitian membuktikan bahwa peserta didik mampu memahami dan sekaligus dapat mempraktikan akupresur untuk pemelihara kesehatan mata. Sedangkan hasil analisis setelah dilakukan intervensi akupressur bagian mata, kepala, leher dan bahu dapat meningkatkan koordinasi mata (p=0,00 < 0,05). Simpulan yang dapat diambil, bahwa akupresur dan masae dapat meningkatkan koordinassi mata pengguna komputer. Saran yang disampaikan, yaitu akupresur dan masase dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer pengguna komputer dan layar digital.Kata kunci: Akupresur, Koordinasi Mata, Coputer Vision Syndrom, Pelajar Madrasah Aliyah Negeri.