Lis Triasari
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Komplementer : Terapi Tertawa dan Masase Kaki Untuk Menurunkan Kecemasan pada Pasien Hipertensi Esti Dwi Widayanti; Widyo Subagyo; Aris Fitriani; Zaenal Amirudin; Lis Triasari
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12379

Abstract

Latar Belakang : Salah satu faktor yang menentukan derajat kesehatan masyarakat selama ini lebih kepada pelayanan kesehatan, padahal meningkatnya derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku. Program Kemenkes salah satu untuk PTM antara lain dilaksanakan promosi kesehatan dengan program PATUH bagi yang sudah menyandang PTM agar mereka rajin kontrol dan minum obat. Salah satu terapi pendamping dengan meminimalkan untuk konsumsi obat antara lain terapi komplementer, salah satunya terapi tertawa dan masase kaki yang dapat menurunkan kecemasan pada penderita hipertensi.Tujuan : Keluarga dan penderita hipertensi dapat mempraktekan kombinasi terapi tertawa dan terapi masase kaki sehingga tercapai penurunan kecemasan dan kestabilan tekanan darah.Metode : Kegiatan pengabdian ini melakukan pendampingan terapi tertawa dan masase kaki, yang sebelumnya dilakukan pemberian materi dan contoh langsung serta mempraktekkan terapi kombinasi terapi tertawa dan masase kaki dengan kesepakatan di buat jadwal bersama dalam kehidupan sehari-hari yang akan tertanam dalam perilaku sehari-hari.Hasil : Tim telah melakukan terapi di dalam keluarga maupun berkelompok , dan penderita melangikuti terapi sampai selesai, respon penderita setelah dilakukan terapi mengatakan pusing nya berkurang, monitor evaluasi dengan kunjungan tidak terduga untuk monitor keluarga dalam menerapkan terapi belum dilaksanakan.Simpulan : Kombinasi terap tertawa dan masase kaki bagi penderita hipertensi dilakukan dengan kontinue dan rutin serta frekuensi yang tepat dapat menurunkan tekanan darah dan mendekati stabil, serta perasaan klien mejadi lebih fres dan perasaan legaKeyword : Terapi Komplementer, Terapi tertawa, Masase Kaki, Hipertensi
Skrining Kecemasan Pada Mahasiswa Baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Lis Triasari; Maslahatul Inayah; Sudirman Sudirman; Sumarni Sumarni; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13062

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa baru melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, akan memasuki masa transisi perubahan status dan proses pembelajaran dari siswa menuju mahasiswa. Mahasiswa akan merasa lebih dewasa, lebih bereksplorasi terhadap gaya hidup dan dengan adanya tugas-tugas akademik, mereka merasa lebih tertantang secara intelektual namun mahasiswa juga dapat mengalami kesulitan, karena adanya culture shock terhadap masalah sosial dam psikologis dalam status baru tersebut. Penilaian dini bertujuan untuk mendeteksi secara cepat dan akurat kondisi kesehatan mental mahasiswa, sehingga intervensi yang tepat dapat diberikan sebelum masalah berkembang lebih lanjut. Penilaian dini merupakan langkah awal yang esensial dalam memahami kondisi mental mahasiswa.Metode : Metode kegiatan ini dilakukan dengan Skrining menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) untuk menilai tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang, mengelompokkan dan menganalisa hasil dari skrining tersebut serta menyimpulkan hasil analisa terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang. Hasil :Berdasarkan hasil skrining terdapat 15 mahasiswa dengan tingkat kecemasan normal (12%), 25 mahasiswa dengan tingkat kecemasan ringan (21%), 61 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sedang (50%), 12 mahasiswa dengan tingkat kecemasan parah (10%), dan 8 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sangat parah (7%).Simpulan : Dengan adanya kegiatan screening yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan akademis dan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga mampu berkontribusi secara optimal di kampus dan di masa depan. Program ini juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat mental, di mana setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara holistik, baik secara akademis, sosial, maupun emosional.Keyword : Screening, Kecemasan, Mahasiswa Baru