Cuciati
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELUARGA INTERVENSI KEGEL EXERCISE DAN LATIHAN BERKEMIH PADA LANSIA UNTUK MENCEGAH INKONTINENSIA URINE Ahmad baequny; Sri Hidayati; Cuciati
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14358

Abstract

Inkontinensia urin merupakan gangguan pengeluaran urin tidak terkendali yang sering dialami oleh lansia. Prevalensi inkontinensia urine semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Di Indonesia sekitar 5,8% penduduk menderita inkontinensia urin. Meski tidak berbahaya, namun gangguan ini sangat mengganggu dan membuat malu, sehingga menimbulkan rasa rendah diri atau depresi pada penderitanya. Kegel exercise  dan latihan berkemih adalah latihan untuk memperkuat otot panggul yang dapat digunakan untuk mengobati atau menurunkan inkontinensia urin. Berdasarkan hasil survey di Kelurahan Bandung Kota Tegal didapatkan bahwa sejumlah lansia mengalami penurunan kemampuan berkemih dan mengalami inkontinensia urine namun mereka belum tahu cara untuk mengatasinya. Inkontinensia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit daerah kemaluan, gangguan tidur, dekubitus, dan gejala ruam. Selain itu, inkontinensia juga dapat memicu masalah psikososial seperti dijauhi orang lain karena berbau pesing, minder, tidak percaya diri, dan mudah marah. Tujuan kegiatan adalah untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine dengan melakukan latihan kegel exercise dan latihan berkemih pada Lansia. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan ceramah, tanya jawab, praktek simulasi dan pendampingan. Pendampingan dilakukan dengan mengimplementasikan pada lanjut usia serta  monitoring evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan praktek senam kegel dan latihan berkemih pada lansia untuk mencegah kejadian inkontinensia urine. Kesimpulan kegiatan yaitu edukasi intensif dan pendampingan keluarga mampu menghasilkan perubahan nyata pada perilaku eliminasi lansia dan berkontribusi pada penurunan gejala inkontinensia sehingga patut untuk diterapkan sebagai program promotif prevenstif dalam penanganan inkontinensia urine pada lansia.