Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH DOSIS PROBIOTIK TERHADAP KADAR pH, TSS, BOD, DAN COD PADA AIR LINDI TPA CILOWONG KOTA SERANG Herni Nurulaeni; Fitri Dwirani
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i1.2949

Abstract

Air lindi yang dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat mencemari kualitas air yang berada di sekitar lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan menggangu kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar pH, TSS, BOD, dan COD pada air lindi TPA cilowong sebelum dan setelah perlakuan dengan probiotik dan mengetahui pengaruh dosis probiotik terhadap kadar pH, TSS, BOD, dan COD. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor variabel bebas (dosis probiotik) yang terdiri dari 3 perlakuan; perlakuan 1 (dosis probiotik 7,5 ml/L), perlakuan 2 (dosis probiotik 10 ml/L), perlakuan 3 (dosis probiotik 15 ml/L). Variabel terikat penelitian berupa kadar pH, TSS, BOD, dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan penambahan dosis probiotik 15 ml/L merupakan dosis yang efektif pada kadar pH dan TSS yaitu pada kadar pH menjadi 7,21 dan TSS turun menjadi 32 mg/L. Sedangkan untuk kadar BOD dan COD tidak terdapat dosis yang efektif dalam menurunkan kadar tersebut dikarenakan setelah perlakuan penambahan probiotik mengalami peningkatan. Berdasarkan uji statistik bahwa penambahan dosis probiotik hanya berpengaruh pada kadar pH dan penurunan TSS sedangkan pada kadar BOD dan COD tidak berpengaruh dalam menurunkan.
Efisiensi Penyisihan Mikroplastik Pada Instalasi Pengolahan Air Minum di Asia: Tinjauan Literatur Sistematik Herni Nurulaeni; Mochamad Adhiraga Pratama; Sandyanto Adityosulindro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran plastik menjadi isu lingkungan yang krusial yang berdampak pada kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Plastik bersifat persisten dapat terdegradasi menjadi mikroplastik dan terakumulasi di perairan. Sungai sebagai sumber utama air baku instalasi pengolahan air minum (IPAM) menjadi jalur masuk mikroplastik ke sistem penyediaan air. Meskipun IPAM dirancang untuk menghasilkan air yang aman bagi masyarakat, teknologi pengolahan yang ada belum sepenuhnya efektif dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dari beberapa hasil penelitian terkait efisiensi penyisihan mikroplastik pada IPAM melalui pendekatan systematic literature review menggunakan metode PRISMA 2020. Artikel dikumpulkan dari database ilmiah dengan rentang tahun 2020–2025 berdasarkan kata kunci terkait mikroplastik pada instalasi pengolahan air minum. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan mikroplastik di IPAM bervariasi antara 30–99%, dipengaruhi oleh perbedaan metode analisis mikroplastik, kelimpahan dan karakteristik mikroplastik, teknologi pengolahan, serta faktor musim. Bentuk dominan mikroplastik adalah fiber dan fragmen yang umumnya berasal dari aktivitas domestik. IPAM dengan sumber air baku sungai cenderung memiliki kelimpahan mikroplastik lebih tinggi dibandingkan danau atau waduk. Unit filtrasi merupakan proses paling efektif dalam penyisihan mikroplastik, namun teknologi lanjutan seperti membran diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, terutama untuk partikel berukuran kecil.