Introduction menyusui merupakan faktor penting bagi kesehatan bayi, namun ketidaklancaran pengeluaran ASI masih menjadi permasalahan umum pada ibu primipara, terutama pada masa awal postpartum. Produksi ASI yang tidak mencukupi dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif serta meningkatkan risiko kesehatan pada bayi. Diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman, berbiaya rendah, dan mudah diterapkan untuk mendukung keberhasilan menyusui. Pijat oksitosin telah diusulkan sebagai metode yang efektif untuk merangsang pelepasan oksitosin endogen sehingga memfasilitasi pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu primipara. Methood Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest yang dilaksanakan di Puskesmas Cimanggis, Depok. Sebanyak 25 ibu primipara yang mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kelancaran pengeluaran ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi pijat oksitosin menggunakan lembar observasi terstruktur dan kuesioner. Result Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Sebelum intervensi, 68% responden mengalami pengeluaran ASI tidak lancar dan 32% cukup lancar, sedangkan setelah intervensi seluruh responden (100%) menunjukkan pengeluaran ASI lancar. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p < 0,05). Conclution Temuan ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu primipara.