Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Service Excellent Awak Kabin Garuda Indonesia untuk Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Melalui “Garuda Indonesia Experience” Ni Putu Limarandani; Wini Anggraeni; AA Aditya Kusuma Putera
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 10 No 2: April 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/ecjg9v20

Abstract

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi, service excellent merupakan unsur penting karena berpengaruh pada kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Ketika perusahaan mampu memberikan pelayanan berkualitas maka pelanggan tidak akan ragu untuk menggunakan jasa yang ditawarkan. Service excellent merupakan tindakan atau upaya yang dilakukan perusahaan untuk memberikan pelayanan maksimal dengan tujuan agar pelanggan bisa mendapatkan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Garuda Indonesia sebagai penyedia jasa transportasi udara ikut serta menghadirkan service excellent agar dapat memberikan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan awak kabin Garuda Indonesia dan pelanggan Garuda Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, Garuda Indonesia melakukan beberapa strategi, yaitu melalui konsep layanan Garuda Indonesia Experience, meningkatkan layanan berbasis teknologi, dan program loyalitas GarudaMiles. Kemudian, Garuda Indonesia memberikan pelatihan pelayanan secara rutin kepada awak kabin sebagai salah satu cara untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan membangun kepekaan pelanggan untuk selalu menggunakan Garuda Indonesia.
Strategi Komunikasi Branding Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dalam Membangun Citra Destinasi Investasi Pariwisata dan Infrastruktur Ni Putu Limarandani; Inka Sulitya; Tuty Mutiah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.456

Abstract

Abstrak - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan infrastruktur. Dalam konteks ini, strategi komunikasi branding memegang peran krusial dalam membentuk citra positif kawasan sebagai destinasi investasi yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi branding yang diterapkan oleh pengelola KEK Mandalika serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membangun persepsi positif di kalangan investor. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengelola kawasan, pemerintah daerah dan pusat, investor, akademisi, praktisi komunikasi, masyarakat lokal, serta media dan influencer. Observasi lapangan dan studi dokumentasi turut dilakukan untuk memperkaya analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berbagai media dan saluran promosi telah digunakan, strategi komunikasi yang ada masih menghadapi tantangan serius, antara lain ketidakkonsistenan pesan, generalisasi narasi, kurangnya fokus pada return of investment (RoI), minimnya narasi lokal yang autentik, serta rendahnya partisipasi stakeholder dalam perencanaan komunikasi. Diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual, dengan penekanan pada personalisasi pesan kepada investor sasaran dan penguatan storytelling berbasis budaya lokal sebagai elemen pembeda. Keterlibatan langsung investor dalam kampanye komunikasi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan jangkauan promosi. Rekomendasi strategis meliputi konsistensi pesan, segmentasi audiens, integrasi nilai-nilai lokal dalam branding, serta sinergi lintas sektor dalam perumusan strategi komunikasi. Dengan demikian, KEK Mandalika berpotensi menjadi destinasi investasi pariwisata dan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Kata kunci: Strategi Komunikasi, Branding, KEK Mandalika, Investasi, Pariwisata, Infrastruktur
Strategic Communication in Cultural and Nature Transformation as a Sustainable Creative Economy Investment Ni Putu Limarandani; Syafruddin Ritonga
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): June 2026 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/tp9a9382

Abstract

The development of Indonesia’s creative economy depends not only on technological innovation but also on the ability to utilize cultural and natural potential as valuable economic assets. This study aims to analyze the role of strategic communication in transforming culture and nature into sustainable creative economic investments. The research employed a qualitative approach using a case study method on creative economy development programs based on culture and ecotourism in selected regions. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that strategic communication plays a vital role in building synergy among the government, creative economy actors, and local communities. Effective communication strategies transform public perceptions of cultural values and natural resources from mere heritage to sustainable economic resources. Moreover, digital media utilization expands promotional reach and strengthens regional branding as a creative destination. The study concludes that the successful transformation of culture and nature into sustainable creative economic investments relies on holistic, participatory, and adaptive communication planning responsive to social and technological changes. Thus, strategic communication functions not merely as a message delivery tool but as a transformative instrument for social change toward a sustainable creative economy.
Optimizing the Application of Artificial Intelligence in High School Learning Communication Strategies Daniari Setiawati; Ahmad Fitriasari; Ni Putu Limarandani
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v7i3.2076

Abstract

The accelerated integration of Artificial Intelligence (AI) into educational ecosystems presents profound opportunities for pedagogical transformation, particularly within Senior High School (SMA) environments. This study investigates the optimization of AI applications in mediating learning communication strategies operationally defined herein as the facilitation of purposeful, bidirectional feedback loops, the structuring of adaptive interaction patterns, and the refinement of instructional messaging. Employing a qualitative mixed-methods design, this research triangulates a systematic literature review with a thematic analysis of semi-structured stakeholder interviews involving school leadership, instructional staff, and counseling professionals. The findings suggest that AI can enrich learning communication by dynamically adjusting instructional messaging and providing real-time, bidirectional feedback to students, thereby supporting constructivist knowledge building. Applications such as chatbot-based conversational agents, adaptive learning algorithms, and automated content generation tools are reported to facilitate greater efficiency in material delivery while affording students personalized learning pathways. However, the study identifies critical structural constraints, noting that successful implementation within the SMA context is heavily contingent upon infrastructural readiness, the mitigation of the digital divide, and the comprehensive development of teachers' digital pedagogical literacy. The authors conclude that while AI holds significant potential to make learning communication more inclusive and data-driven, causal impacts on long-term achievement require further quantitative evaluation. Therefore, it is crucial for educational institutions to develop comprehensive, human-centered governance policies that support the sustainable and ethical integration of this technology.
Optimalisasi Host dalam Membangun Interaksi pada Siaran Live YouTube Bincang Online Inspiratif Ni Putu Limarandani; AA Ketut Patera; AA Aditya Kusuma Patera; Tuty Mutiah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran host dalam membangun interaksi yang efektif selama siaran langsung YouTube, dengan studi kasus pada program Bincang Online Inspiratif edisi Hari Buku Anak Sedunia. Siaran langsung ini melibatkan pembahasan seputar literasi anak dan pentingnya buku anak dalam perkembangan pendidikan. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana host dapat memfasilitasi interaksi antara pembicara dan audiens, serta meningkatkan engagement penonton melalui strategi komunikasi yang tepat. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan host dan penonton, serta analisis konten siaran. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan host dalam membangun suasana yang akrab, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta pemberian ruang bagi audiens untuk berpartisipasi aktif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan interaksi. Selain itu, pemanfaatan fitur-fitur interaktif YouTube, seperti chat dan polling, juga memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan penonton. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi penyelenggara acara siaran langsung dalam merancang strategi interaksi yang lebih efektif dan menarik bagi audiens di platform digital.
Strategi Komunikasi Intergenerasional dalam Membangun Kohesi Sosial Generasi Millenial, Z dan Alpha A.A Aditya Kusuma Patera; Ni Putu Limarandani
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi intergenerasional dalam membangun kohesi sosial antara Generasi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha. Perbedaan karakteristik, pola komunikasi, serta preferensi media di setiap generasi seringkali memunculkan kesenjangan pemahaman yang berpotensi menghambat terciptanya kohesi sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang adaptif, inklusif, dan partisipatif guna memperkuat hubungan antar generasi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang merepresentasikan masing-masing generasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kohesi sosial meliputi: (1) penggunaan media digital sebagai ruang dialog lintas generasi, (2) pendekatan empatik dan kesetaraan dalam komunikasi interpersonal, (3) pemanfaatan storytelling dan konten visual yang relevan dengan karakteristik generasi muda, serta (4) penguatan nilai toleransi dan kolaborasi dalam lingkungan keluarga dan pendidikan. Generasi Milenial berperan sebagai jembatan komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Generasi Z menunjukkan kecenderungan komunikasi yang cepat, terbuka, dan berbasis digital, sedangkan Generasi Alpha lebih responsif terhadap komunikasi visual-interaktif dan pembelajaran berbasis teknologi dengan kajian komunikasi lintas generasi yang menekankan pentingnya adaptasi pesan, pemilihan media, serta pembangunan empati sosial dalam menciptakan kohesi sosial dengan strategi komunikasi yang tepat, perbedaan generasi tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas dan integrasi sosial di masyarakat.