Pelatihan seni karawitan di Keraton Mbah Anang oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, merupakan salah satu program kerja dari Proyek Kemanusiaan Artabhara, Universitas Negeri Surabaya, yang bertujuan untuk mengenalkan, melestarikan, serta mempertahankan budaya Jawa khususnya di bidang musik tradisional di negara Malaysia. Subjek dalam kegiatan ini adalah anak-anak keturunan asli Jawa dan mahasiswa komunitas Gamelan Nadasukma dari Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan keterampilan musik tradisional. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan tetapi juga sebagai upaya menjaga dan memperkuat identitas budaya Jawa di luar negeri. Dengan melibatkan generasi muda dalam proses pembelajaran ini, pelatihan seni karawitan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya yang sangat penting bagi komunitas Jawa di Malaysia, sekaligus mempererat hubungan antarbudaya melalui seni musik tradisional. Dalam pelaksanaan program ini, pendekatan yang digunakan adalah Empowerment Based Research (EBR) yang terdiri dari empat tahap: eksplorasi, penciptaan dan tindakan, evaluasi, serta pelaporan dan diseminasi. Pada tahap eksplorasi, mahasiswa melakukan interaksi langsung dengan anak-anak untuk mengidentifikasi kemampuan mereka dalam bermain gamelan, serta memahami latar belakang budaya dan pengalaman musik mereka. Selanjutnya pada tahap penciptaan dan tindakan, mahasiswa menggandeng anak-anak yang sudah memiliki keterampilan gamelan dan kelompok gamelan Nadasukma dari UIAM untuk berkolaborasi dalam kelas seni karawitan yang interaktif dan menyenangkan. Tahap evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai kendala yang dihadapi serta kemajuan yang dicapai selama kelas gamelan, hal ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian metode pengajaran agar lebih efektif. Terakhir, pada tahap pelaporan dan diseminasi, mahasiswa menyusun laporan komprehensif mengenai proses serta hasil pengabdian yang telah dilakukan, termasuk pementasan hasil belajar yang menjadi puncak dari kegiatan ini. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa anak-anak berhasil mempelajari beberapa jenis tembang dolanan yang dapat dijadikan nada atau notasi dalam bermain gamelan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan baru tentang tembang dolanan, serta meningkatkan keterampilan bermain gamelan mereka secara signifikan.