Optimalisasi kinerja aparatur desa masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait rendahnya motivasi dan komitmen yang berdampak pada kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement dan loyalitas kerja terhadap kinerja aparatur desa se-Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik sensus, melibatkan seluruh populasi sebanyak 98 aparatur desa sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan temuan empiris yang signifikan bahwa: (1) Employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur, mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterikatan emosional dan fisik, semakin baik kualitas kerja yang dihasilkan; (2) Loyalitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, membuktikan bahwa kesetiaan terhadap organisasi menjamin stabilitas dan kedisiplinan kerja; dan (3) Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi pengaruh sebesar 69,7% terhadap variabilitas kinerja aparatur, tergolong dalam kategori kuat. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan kinerja birokrasi di tingkat desa tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi teknis, melainkan sangat ditentukan oleh sinergi antara keterikatan psikologis dan loyalitas pegawai terhadap institusi desa.