Pendahuluan: Aneurisma intrakranial yang mengalami ruptur dan menyebabkan perdarahan subaraknoid (PSA) merupakan keadaan gawat darurat neurologis dengan tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Komplikasi tersering dan paling serius pada fase subakut adalah delayed cerebral ischemia (DCI), yang terjadi pada sekitar 20–30% pasien dan dapat menyebabkan defisit neurologis menetap. Laporan ini bertujuan menjelaskan secara komprehensif aspek fisiopatologi, klasifikasi klinis, serta strategi manajemen anestesi perioperatif pada pasien dengan aneurisma intrakranial, terutama dalam konteks pencegahan dan tata laksana DCI pasca tindakan clipping. Deskripsi Kasus: Perempuan 68 tahun dengan riwayat penurunan kesadaran sejak enam hari sebelumnya, didahului nyeri kepala hebat dan muntah tiga kali. CT scan menunjukkan adanya perdarahan subaraknoid, pasien dirujuk untuk penanganan bedah saraf. External Ventricular Drain (EVD) Kocher (S) dipasang pada 15 Juli 2025. Hasil evaluasi pascaoperasi menunjukkan terdapat ICH burst lobe di cortical subcortical regio temporalis kanan yang sebagian, edema otak, dan terpasangnya clipping ICA kanan serta VP shunt di ventrikel lateralis kiri. Pasien dirawat di neurologi intensive care unit, pada hari ke lima terjadi penurunan kesadaran GCS 14 (E3V5M6) menjadi GCS 7 (E2V2M3) dan di lakukan evaluasi CT Scan dan lab. Keluarga menolak dilakukan intubasi dan tindakan invasif. Pasien dirawat selama 9 hari di Neuro ICU dan dinyatakan meninggal pada 6 Agustus 2025. Simpulan: Pencegahan dan deteksi dini DCI memerlukan kolaborasi multidisiplin, termasuk peran aktif dokter anestesi pada seluruh tahapan manajemen aneurisma intrakranial. Pendekatan perioperatif yang komprehensif dan berbasis bukti berpotensi menurunkan komplikasi serta meningkatkan luaran fungsional dan kualitas hidup pasien.