Yusuf, Kakung Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Anestesi pada Pasien Aneurisma Serebri Pecah dengan Kehamilan Trimester 2 Yusuf, Kakung Muhammad; Santosa, Dhania; Zakaria; Armyda, Remo
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 44 No 1 (2026): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v44i1.469

Abstract

Pendahuluan: Perdarahan subaraknoid aneurismal (aSAH) pada kehamilan merupakan kondisi langka namun berisiko tinggi bagi ibu dan janin. Penatalaksanaannya memerlukan keseimbangan antara urgensi neurologis, keselamatan maternal–fetal, serta pertimbangan anestesi dan paparan radiasi. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan tatalaksana anestesi dan endovaskular pada aSAH trimester kedua kehamilan. Deskripsi Kasus: Perempuan 42 tahun, G3P2, usia kehamilan 17–18 minggu, datang dengan nyeri kepala hebat. CT non-kontras menunjukkan aSAH difus dengan IVH (Modified Fisher 4; H&H 2; WFNS 1). Dilakukan endovascular coiling di bawah anestesi umum dengan target stabilitas hemodinamik dan normokapnia; regimen meliputi fentanyl–propofol–rocuronium dan rumatan sevofluran ±0,8 MAC, disertai abdominal shielding. DSA mengonfirmasi aneurisma sakular pada ostium A1 dan koiling mencapai oklusi memadai. Pasca tindakan stabil, pasien dipulangkan pada hari pertama dengan nimodipin oral 60 mg tiap 4 jam (program 21 hari). Kehamilan berlanjut sampai aterm, seksio sesarea elektif pada 37–38 minggu dengan status neurologis ibu baik. Kesimpulan: Strategi anestesi menekankan perlindungan perfusi serebral dan uteroplasental, manajemen jalan napas spesifik kehamilan, serta mitigasi radiasi selama terapi endovaskular. Pada pasien hamil dengan aSAH, endovascular coiling dengan proteksi radiasi, kontrol hemodinamik ketat, dan tata laksana multidisiplin memberikan luaran maternal fetal yang baik, pemulangan dini dapat dipertimbangkan berdasarkan penilaian risiko individual.