Stroke is the second leading cause of death after heart disease. It is reported that annually, over 15 million people worldwide suffer a stroke, resulting in disability or death. Indonesia has the highest stroke mortality rate among countries in Southeast Asia. Within 30 days, the risk of recurrent stroke is very high, with one contributing factor being non-adherence to antiplatelet therapy for recurrent stroke prevention. This study aimed to analyze medication adherence and risk factors associated with recurrent stroke incidents. The research employed an observational analytic method with a case-control study design. The study sample consisted of recurrent stroke patients and post-stroke patients, with 65 patients in each group, recruited from the neurology polyclinic of "X" Hospital in Jakarta during the period of December 2024 to January 2025. Data were collected using questionnaires and the Hospital Management Information System (SIMRS). Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test, and multivariate analysis was performed using multiple logistic regression. The results indicated that the respondent characteristics in both groups were patients aged 18–64 years, male, unemployed, and with low income below the regional minimum wage. Bivariate analysis identified the following risk factors associated with recurrent stroke: medication adherence, physical activity, blood pressure levels, and triglyceride levels. Multivariate analysis. ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung, Dilaporkan bahwa setiap tahun >15 juta orang diseluruh dunia menderita stroke yang mengalami disabilitas bahkan kematian. Indonesia merupakan Negara dengan angka kematian tertinggi pada penderita stroke di Asia Tenggara. Dalam waktu 30 hari, resiko stroke berulang sangat tinggi, Salah satu pemicunya adalah ketidakpatuhan terhadap terapi pencegahan stroke berulang dengan antiplatelet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan penggunaan obat dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke berulang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case control study. Sampel penelitian adalah pasien stroke berulang dan pasien pasca stroke dengan jumlah sampel masing – masing sebanyak 65 pasien di poli saraf Rumah sakit “X” Jakarta periode Desember 2024 – Januari 2025. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan SIMRS (Sistem Manajemen Rumah Sakit). Analisis bivariat menggunakan Chi Square, analisis multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden di kedua kelompok adalah pasien dengan usia 18 – 64 tahun, berjenis kelamin laki – laki, tidak bekerja dan memiliki pendapatan rendah di bawah UMR. Secara bivariat, diperoleh faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke berulang adalah kepatuhan penggunaan obat, aktivitas fisik, nilai tekanan darah dan nilai trigliserida. Hasil analisis multivariat, variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stroke berulang adalah nilai tekanan darah yang tidak terkontrol (OR 0.216 dengan CI 0.086-0.543) pasien dengan nilai tekanan darah yang tidak terkontrol memiliki risiko 4.6 kali mengalami kejadian stroke berulang dibandingkan dengan pasien yang mempunyai nilai tekanan darah terkontrol.