Berikut adalah ringkasan abstrak yang telah disusun sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah, dengan rentang kata antara 150 hingga 250 kata.AbstrakKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam meminimalkan risiko bencana kerja dan penyakit akibat kerja (PAK). Penelitian ini sangat penting dilakukan mengingat tingginya risiko paparan infeksi di lingkungan rumah sakit, khususnya ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC) bagi tenaga medis. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat penerapan K3 di RSUD Kecamatan Mandau Duri, Kabupaten Bengkalis, guna mencegah penularan penyakit di lingkungan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan observasional lapangan. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap pelaksanaan K3, yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis data untuk melihat kaitan antar variabel penelitian. Instrumen penelitian difokuskan pada tiga aspek utama: penyuluhan, pelatihan, dan implementasi pelaksanaan K3 di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan K3 belum dilaksanakan secara maksimal (63,6%), begitu pula dengan pelatihan K3 yang tidak dilakukan sebesar 67%. Namun, pelaksanaan K3 secara umum telah berjalan sebesar 69%. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara penyuluhan ($p=0,040$) dan pelatihan ($p=0,029$) terhadap keberhasilan pelaksanaan K3. Meskipun secara umum kategori pelaksanaan dinilai baik, ketidakdisiplinan oknum pegawai masih ditemukan, yang berdampak pada adanya tiga kasus pegawai tertular TBC akibat paparan di tempat kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan manajemen K3 di sektor kesehatan untuk memperketat pengawasan dan kedisiplinan demi menjamin keselamatan tenaga kerja.