Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas III SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan Lolombulan, Gloria; Rorimpandey, Widdy H.F.; Komedien, Briane E.J
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas III SD Katolik II St. Yoseph Woloan melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL).Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Kurt Lewin, mencakup fase-fase perencanaan, eksekusi tindakan, pengamatan, dan evaluasi reflektif. Subjek penelitian adalah 18 partisipan siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Metode pengumpulan data mencakup evaluasi pencapaian belajar (tes awal, tes akhir siklus I dan II), monitoring aktivitas pengajar dan peserta didik menggunakan lembar observasi terstruktur, serta dokumentasi visual dan rekaman audio-visual beserta data akademik siswa. Analisis data dilaksanakan dengan menghitung tingkat kelulusan individu dan klasikal berdasarkan formula Ketuntasan Belajar Klasikal dengan standar nilai minimum 75. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada siklus I, partisipasi siswa menunjukkan tren peningkatan, namun kelulusan klasikal belum terpenuhi oleh mayoritas siswa yang belum mencapai skor ≥ 75. Lanjutan refleksi dan modifikasi pada siklus II menghasilkan peningkatan substansial baik dalam motivasi maupun capaian belajar siswa. Lebih dari 75% siswa berhasil memperoleh skor ≥ 75 sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP), yang mengindikasikan efektivitas penerapan PBL dalam meningkatkan hasil belajar IPA, semangat belajar, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa kelas III. Oleh karena itu, model PBL dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi pembelajaran alternatif yang inovatif guna meningkatkan mutu pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar.