Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Rewang dalam Memperkuat Hubungan Sosial Antar Warga pada Acara Pernikahan Putri, Uut Laila; Wafiroh, Nur Widad Wahdini; Ginting, Teresia Br
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4244

Abstract

Tradisi rewang adalah salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat yang berperan penting dalam memperkuat hubungan sosial antar warga yang satu dengan lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi rewang dapat mempererat solidaritas dan kerjasama Masyarakat khususnya dalam penyelenggaraan acara pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka melalui pencarian internet (internet searching) dengan mengumpulkan berbagai macam data dari jurnal, artikel dan dokumen digital relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi rewang tidak hanya sekedar aktivitas membantu secara fisik, melainkan sarana komunikasi dan silaturahmi yang menumbuhkan rasa saling percaya serta tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan sikap individualisme, nilai-nilai gotong royong dalam tradisi ruang tetap menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.
Makna dan Nilai Tradisi Mbaba Belo Selambar dalam Upacara Penikahan Masyarakat Karo Ginting, Teresia Br; Sinurat, Junita; Purnomo, Budi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3139

Abstract

Artikel ini membahas makna dan nilai tradisi mbaba belo selambar dalam upacara pernikahan masyarakat suku karo. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang mencangkup tahapan heuristik,verivikasi,interpretasi, dan histografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mbaba Belo Selambar merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan masyarakat Karo yang bermakna membawa selembar daun sirih sebagai simbol peminangan kepada pihak perempuan. Sebelum pelaksanaan prosesi, dilakukan musyawarah awal yang disebut erkusik-kusik sebagai tahap persiapan untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Tradisi ini melibatkan Sangkep Geluh yang terdiri atas keluarga dari pihak laki-laki dan perempuan serta anak beru yang berperan mengatur jalannya acara. Berbagai perlengkapan adat seperti uis nipes, beka buluh, kampil persentabin, penindih pudun (mahar), uis jongkit, piring linggami, perakan, dan amak mentar digunakan sebagai simbol dalam prosesi adat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai budaya penting, seperti nilai religius, komitmen, gotong royong, dan kerja keras yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Karo.