Artikel ini membahas makna dan nilai tradisi mbaba belo selambar dalam upacara pernikahan masyarakat suku karo. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang mencangkup tahapan heuristik,verivikasi,interpretasi, dan histografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mbaba Belo Selambar merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan masyarakat Karo yang bermakna membawa selembar daun sirih sebagai simbol peminangan kepada pihak perempuan. Sebelum pelaksanaan prosesi, dilakukan musyawarah awal yang disebut erkusik-kusik sebagai tahap persiapan untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Tradisi ini melibatkan Sangkep Geluh yang terdiri atas keluarga dari pihak laki-laki dan perempuan serta anak beru yang berperan mengatur jalannya acara. Berbagai perlengkapan adat seperti uis nipes, beka buluh, kampil persentabin, penindih pudun (mahar), uis jongkit, piring linggami, perakan, dan amak mentar digunakan sebagai simbol dalam prosesi adat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai budaya penting, seperti nilai religius, komitmen, gotong royong, dan kerja keras yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Karo.
Copyrights © 2026