Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila : peran ganda dan eksistensi wanita karir di desa butu kecamatan tilongkabila Samani, Riskawati; Hatu, Dewinta Rizky. R.; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6283

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga di Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan secara mendalam fakta dan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian atau subsistem yang saling berkaitan dan saling bergantung. Parsons mengemukakan empat fungsi utama dalam sistem sosial, yaitu adaptasi (adaptation), pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan pemeliharaan pola (latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sangat dipengaruhi oleh adanya kepercayaan dan kerja sama antara suami dan istri. Wanita karir dituntut mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dukungan dan peran aktif suami menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, peran ganda ini juga menimbulkan dampak emosional, seperti rasa khawatir ketika anak mengalami sakit atau membutuhkan perhatian lebih.