Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Potensi Bahaya di Ketinggian pada Proses Pemasangan Ducting dengan Metode HIRADC Rohimat, Dede; Hendra, Franka; Fahrudin, Wakhit Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6854

Abstract

Pemasangan ducting yang dilakukan Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) merupakan salah satu aktivitas pekerjaan yang memiliki risiko tinggi bagi tenaga kerja di PT. Cakra Muda Buana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi potensi bahaya serta penilaian risiko dengan menggunakan tool risk matrix untuk mengetahui nilai risiko dan menentukan langkah pengendalian dengan hirarki pengendalian yang efektif untuk mengurangi risiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRDC). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 (dua puluh tiga) identifikasi bahaya dari keseluruhan dan 7 (tujuh) di antaranya memiliki potensi bahaya yang sama, Potensi bahaya di PT. Cakra Muda Buana seperti APD dan APJP tidak layak digunakan, penggunaan APJP tidak sesuai, pengangkatan manual, lantai kerja licin akibat genangan air, lantai kerja berlubang , kabel listrik berantakan, pekerja tidak kompeten, kegagalan angkur point, tali carmantel putus, alat kerja terjatuh, cuaca panas, cuaca buruk, material ducting terjatuh, terkena sudut tajam ducting, pekerja terlalu lama menggantung ditali. Nilai risiko yang diperoleh adalah 4 (empat) mendapatkan nilai risko extrim, 18 (delapan belas)  mendapatkan nilai risiko tinggi, 3 (tiga) mendapatkan nilai risiko sedang. Langkah pengendalian yang direkomendasikan adalah menerapkan hierarchy of fall protection, melakukan penerapan sistem aman, menggunakan alat keselamatan mampu menahan beban minimal 15 kN, memastikan APD dan APJP yang disediakan sesuai dengan jenis pekerjaan dan standar yang berlaku, melakukan inspeksi atau pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi APD dan APJP, melakukan langkah evaluasi dan monitoring aktivitas pekerjaan yang memiliki potensi bahaya. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan K3.