Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Cakupan Keluarga Berencana Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar: Factors Associated with Low Family Planning Coverage in the Mangasa Community Health Center Work Area, Makassar City Wenni Wahyuni; Lilis; Syarifah Dhea Syahrani Basam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.10573

Abstract

Rendahnya cakupan program keluarga berencana masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat layanan kesehatan primer. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi di kalangan pasangan usia reproduktif di wilayah kerja Puskesmas Mangasa, Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Studi ini melibatkan 97 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari klien program keluarga berencana yang memenuhi syarat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan ibu dan dukungan suami terkait penggunaan kontrasepsi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan dukungan suami secara signifikan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi. Ibu dengan pengetahuan yang memadai lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi dibandingkan dengan ibu yang memiliki pengetahuan terbatas. Demikian pula, dukungan yang kuat dari suami berhubungan positif dengan penggunaan kontrasepsi. Analisis statistik mengkonfirmasi hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan penggunaan kontrasepsi, serta antara dukungan suami dan penggunaan kontrasepsi (p < 0,05). Studi ini menyoroti pentingnya meningkatkan pengetahuan perempuan dan meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam program keluarga berencana. Penguatan layanan konseling dan pendidikan kesehatan, khususnya yang melibatkan suami, dapat berkontribusi pada peningkatan penggunaan kontrasepsi dan peningkatan cakupan perencanaan keluarga. Hasil penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan kesehatan, terutama bidan, dalam mengembangkan intervensi perencanaan keluarga yang lebih efektif dan berpusat pada keluarga.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Edukasi Literasi Digital untuk Meningkatkan Partisipasi Ekonomi di Era Teknologi di Kota Makassar: Empowerment of Housewives Through Digital Literacy Education to Increase Economic Participation in the Technological Era in Makassar City Wenni Wahyuni; Fitria; Firda Wulansari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10783

Abstract

Transformasi digital memberikan peluang baru dalam peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk bagi ibu rumah tangga. Namun, keterbatasan literasi digital masih menjadi kendala utama bagi sebagian ibu rumah tangga dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi literasi digital terhadap peningkatan partisipasi ekonomi ibu rumah tangga di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga yang mengikuti program edukasi literasi digital. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat literasi digital dan partisipasi ekonomi, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti edukasi literasi digital, pemahaman ibu rumah tangga terhadap teknologi digital masih terbatas pada penggunaan untuk komunikasi dan hiburan. Setelah mengikuti program edukasi, terjadi peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana kegiatan ekonomi seperti pemasaran online dan pengembangan usaha rumahan. Selain itu, literasi digital juga meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi ibu rumah tangga dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi literasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi ekonomi ibu rumah tangga. Oleh karena itu, program literasi digital berbasis komunitas perlu terus dikembangkan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi perempuan di era digital.