Rendahnya cakupan program keluarga berencana masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat layanan kesehatan primer. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi di kalangan pasangan usia reproduktif di wilayah kerja Puskesmas Mangasa, Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Studi ini melibatkan 97 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari klien program keluarga berencana yang memenuhi syarat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan ibu dan dukungan suami terkait penggunaan kontrasepsi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan dukungan suami secara signifikan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi. Ibu dengan pengetahuan yang memadai lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi dibandingkan dengan ibu yang memiliki pengetahuan terbatas. Demikian pula, dukungan yang kuat dari suami berhubungan positif dengan penggunaan kontrasepsi. Analisis statistik mengkonfirmasi hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan penggunaan kontrasepsi, serta antara dukungan suami dan penggunaan kontrasepsi (p < 0,05). Studi ini menyoroti pentingnya meningkatkan pengetahuan perempuan dan meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam program keluarga berencana. Penguatan layanan konseling dan pendidikan kesehatan, khususnya yang melibatkan suami, dapat berkontribusi pada peningkatan penggunaan kontrasepsi dan peningkatan cakupan perencanaan keluarga. Hasil penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan kesehatan, terutama bidan, dalam mengembangkan intervensi perencanaan keluarga yang lebih efektif dan berpusat pada keluarga.